BERAU TERKINI – Simak pengakuan mantan pemain judi online, gagal membawa kekayaan, yang terjadi justru kemelaratan.
Kasus judi online marak terjadi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Judol juga menyasar semua kalangan dan membuat seseorang merasa ketagihan.
Hal itu juga terjadi di Berau, Kaltim, di mana seorang mantan pemain judol mengakui penyesalannya.
Menurut salah satu penyintas judol yakni Suhartanto, dirinya mengenal dunia judol dari lingkungan pergaulan.
Pintu masuk bermain judol lantaran kondisi finansial yang sedang memburuk pasca Covid-19.
Di tengah usaha yang memburuk, Suhartanto mencoba peruntungannya dengan bermain judol.
“Awalnya itu, usaha saya bagus, finansial bagus, karena Covid usaha yang dampaknya kena banget, dua tahun tidak jalan,” kata Suhartanto dalam Podcast Berauterkini.co.id Be(r)Kisah Episode 2 – JERAT JUDOL, Sekali Menang Seribu Penyesalan.
“Nah di situ kerjaan tidak ada, inventaris banyak dijuali untuk bertahan hidup, itu hancur banget usaha. Dari situlah mengenal namanya judi online, dari teman-teman juga, lingkungan. Jadi 2022 kenalnya, 2024 hancurnya,” jelasnya.
Namun bukannya membawa keuntungan, judol justru membuat hidupnya semakin sulit.
Bahkan dirinya merasa seperti kecanduan judol sehingga tak bisa lepas dari pemainan ilegal itu.
“Judi online itu candu, bikin lupa waktu, dan supaya suka main judi online, saya itu sampai 24 jam, sampai tidur di luar rumah sangking candunya,” ucapnya.
Lantas seperti apa kisah lengkap Suhartanto hingga akhirnya bisa lepas dari jerat judi online, saksikan selengkapnya di YouTube Berauterkini berikut ini
