BERAU TERKINI – Simak fakta-fakta yang disampaikan Polisi soal teror pocong yang ramai diperbincangkan warga Berau.

Narasi teror pocong menjadi sorotan warganet Berau.

Dalam sebuah pesan berantai di grup WhatsApp, teror pocong disebut sudah masuk ke Berau tepatnya di daerah Gunung Tabur.

Teror pocong itu disebut terlihat dan menampakan dirinya di area belakang SMAN 5 Berau.

Tak hanya menampakan diri, teror pocong itu disebut modus operandi pencurian.

Di mana pocong itu disebut mempersenjatai diri dengan senjata tajam jenis parang.

Masih dalam narasi yang sama, warga diminta untuk tidak membuka pintu ketika melihat sosok teror pocong.

Pihak kepolisian pun bergegas untuk menyelidiki kebenaran dari teror pocong tersebut.

Belakangan diketahui, bahwa narasi teror pocong itu tidaklah benar dan masuk katagori hoaks.

Hal itu disampaikan oleh Kanit Reskrim Polsek Gunung Tabur, Iptu Uyu Sukamara usai pihaknya melakukan pengecekan soal kebenaran narasi teror pocong.

“Hoaks,” kata Kanit Reskrim Polsek Gunung Tabur, Iptu Uyu Sukamara, Rabu (10/6/2026).

Iptu Uyu Sukamara memastikan kondusivitas di daerah Berau termasuk di wilayah Gunung Tabur.

Dia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpercaya dengan narasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya.

Dirinya juga berpesan agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tak mudah menyebarkan berita yang belum benar.

“Masyarakat agar tetap tenang dan waspada. Jangan mudah menyiarkan pesan-pesan yang dapat meresahkan masyarakat. Jika menemukan hal-hal yang dianggap mengganggu kamtibmas, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” katanya.

“Masyarakat juga diharapkan tidak lagi mudah terpengaruh oleh isu yang belum terbukti kebenarannya dan tetap menjaga situasi lingkungan agar tetap aman dan kondusif,” pesannya.

Tangkapan layar unggahan di media sosial yang menyebut ada teror pocong di Talisayan.
Tangkapan layar unggahan di media sosial yang menyebut ada teror pocong di Talisayan.

Sebelumnya, narasi teror pocong yang sama juga sempat meramaikan perbincangan warga di Talisayan Berau.

Namun Kapolsek Talisayan, AKP Rachmat Wiwid Dianto mengatakan, pihaknya telah melakukan penelusuran langsung usai menerima informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Polisi juga telah mengonfirmasi kabar tersebut kepada kepala kampung hingga pihak yang pertama kali mengunggah informasi di media sosial.

“Hasilnya, tidak ditemukan adanya kejadian sebagaimana yang ramai diberitakan. Informasi itu tidak benar atau hoaks,” ungkapnya, Jumat (29/9/5/2026) lalu.

Dia juga mengimbau warga agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, serta melakukan pengecekan terlebih dahulu kepada pihak berwenang sebelum membagikan informasi.

“Jika ada informasi yang meresahkan, silakan berkoordinasi dengan aparat kampung atau pihak kepolisian,” ujarnya.

“Kami berharap masyarakat tidak lagi terpengaruh oleh isu yang belum terbukti kebenarannya dan tetap menjaga situasi kamtibmas yang aman serta kondusif di lingkungan masing-masing,” pesannya.