BERAU TERKINI – Kepala BGN Nanik S Deyang berjanji melakukan efisiensi anggaran untuk program makan bergizi gratis.

Pimpinan BGN melakukan konferensi pers sekaligus memperkenalkan pimpinan baru.

Di mana pimpinan BGN kini dijabat oleh Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, dan Wakil Kepala BGN dijabat oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.

Nanik S Deyang menjelaskan, tugas dari Wakil Kepala BGN yang baru mulai dari perbaikan tata kelola hingga pemerataan program MBG di daerah 3T.

“Ini Ibu Agustina Arumsari, sebelumnya beliau Wakil Kepala BPKP, sesuai tugas bapak Presiden, beliau akan mengawasi super ketat tata kelola dan uang negara yang di BGN,” ujar Nanik S Deyang dikutip dari siaran Instagram BGN, Kamis (4/6/2026).

“Kemudian ada Bapak Mayjen TNI Trenggono, Kenapa ada militer? Beliau sebelumnya di Agrinas Pangan Nusantara, dan kami akan ada program 3T dan kami membutuhkan teritorial,” tambahnya.

Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang (YouTube/Badan Gizi Nasional RI)
Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang (YouTube/Badan Gizi Nasional RI)

Menurut Nanik S Deyang, pimpinan BGN yang baru berfokus melakukan konsolidasi internal dan memperbaiki tata kelola dengan efisiensi anggaran MBG.

“Kami pimpinan baru BGN melakukan rapat konsolidasi. Hal utama yang telah kami bahas dan kami siapkan rencana kerjanya adalah menuju pada efisiensi anggaran,” ucapnya.

“Kami concern hal utama adalah untuk efisiensi anggaran, meskipun sekarang sudah dipotong kami berharap masih bisa menurunkan lagi namun tidak mengurangi sasaran,” tambahnya.

Nanik S Deyang menyebut sejumlah langkah dalam hal efisiensi anggaran MBG mulai dari refocusing penerima manfaat hingga moratorium dapur atau SPPG baru.

“Dalam hal efisiensi anggaran maka hal pertama adalah refocusing penerima manfaat, moratorium titik-titik baru, pembenahan dapur agar sesuai standar termasuk pelatihan SDM,” katanya.

“Merealisasikan program MBG untuk 3T dengan beberapa alternatif skema pembiayaan agar tidak membebani APBN,” jelasnya.

Diketahui pimpinan BGN mengalami pergantian usai Presiden Prabowo mencopot Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.

Ketiganya kini menjadi tahanan Kejagung usai terjerat kasus korupsi tata kelola MBG.