BERAU TERKINI — Dinas Pangan Kabupaten Berau membagikan perhitungan volume kebutuhan bahan pangan pokok masyarakat Bumi Batiwakkal, baik per bulan maupun per tahun. 

Secara teknis, perhitungan ini menggunakan metodologi yang mengacu pada petunjuk teknis dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Berdasarkan hasil kalkulasi tersebut, kebutuhan pangan setiap bulannya menunjukkan grafik yang berbeda-beda. 

Namun, grafik dipastikan akan melonjak jauh lebih besar saat memasuki momentum mendekati hari besar keagamaan.

Analis Ketahanan Pangan Ahli Pertama Dinas Pangan Berau, Muhammad Arsyad, merincikan jumlah rata-rata per bulan untuk 12 komoditas pangan utama warga Berau.

“Kalau secara perhitungan, kita kan ada metodologi perhitungannya berdasarkan juknis dari Badan Pangan Nasional. Biasanya di bulan-bulan mendekati Lebaran atau Natal, dia lebih besar kebutuhannya,” ujarnya kepada Berauterkini, Rabu (3/6/2026).

Analis Ketahanan Pangan Ahli Pertama Dinas Pangan Berau, Muhammad Arsyad.
Analis Ketahanan Pangan Ahli Pertama Dinas Pangan Berau, Muhammad Arsyad.

Untuk komoditas beras, tingkat kebutuhan rata-rata per bulan warga Berau mencapai kisaran 2.000 ton. 

Di sektor palawija, jagung pipilan kering mencatatkan kebutuhan bulanan rata-rata sekitar 300-400 ton, sementara kedelai sekitar 140-155 ton per bulan.

Beralih ke bumbu dapur, komoditas bawang merah rata-rata membutuhkan sekitar 73 ton per bulan, bahkan sempat menyentuh angka tertinggi 81 ton pada Maret lalu karena bertepatan dengan momen Hari Raya Idulfitri.

Untuk bawang putih, angka terendah tercatat pada Februari sebesar 62 ton dan kebutuhan tertinggi 70 ton per bulan.

Selanjutnya, komoditas cabai besar atau cabai keriting membutuhkan pasokan paling rendah 27 ton dan tertinggi di angka 30 ton per bulan. 

Sementara untuk jenis cabai rawit, konsumsi paling sedikit berada di angka 63 ton dan volume terbesar mencapai 72 ton per bulan.

Di sektor peternakan, kebutuhan terendah untuk daging sapi berada di angka rata-rata 50 ton, namun grafik konsumsi bisa meroket tajam hingga mencapai 148 ton pada momen-momen tertentu.

“Khusus di bulan Mei kemarin yang memang ada Iduladha, hari raya kurban itu 148 ton, 3 kali lipat ya dari kebutuhan normalnya,” jelas Arsyad.

Komoditas daging ayam ras mencatatkan angka kebutuhan terendah sekitar 358 ton dan tertinggi mencapai 415 ton per bulan.

Sementara untuk telur ayam ras, pasokan paling sedikit yang dibutuhkan adalah 327 ton dan kapasitas terbesar menyentuh 384 ton per bulan.

Serapan pasar dipenuhi oleh rupa-rupa jenis mulai dari telur ayam lokal, pasokan Sulawesi, hingga pasokan Jawa.

Untuk komoditas gula pasir, konsumsi terendah berada di angka 185 ton dan tertinggi di kisaran 210 ton per bulan. 

Terakhir, komoditas minyak goreng memerlukan jatah paling sedikit sebesar 372 ton dan kapasitas terbesar menyentuh angka 427 ton per bulan.

Terkait kebutuhan per tahun sepanjang Januari hingga Desember 2026, Dinas Pangan Berau memproyeksikan total serapan dari 12 komoditas tersebut.

Komoditas beras diproyeksikan membutuhkan total 24.000 ton dalam setahun. 

Selanjutnya, jagung pipilan kering membutuhkan sekitar 5.400 ton, kedelai 1.800 ton, bawang merah 904 ton, bawang putih 787 ton, cabai besar atau cabai keriting 352 ton, cabai rawit 814 ton, serta daging sapi sebanyak 741 ton.

Perlu dicatat, jumlah kuota tahunan untuk daging sapi tersebut dihitung di luar momentum Hari Raya Iduladha. 

Sebab, jika komoditas kurban tersebut disertakan ke dalam rumus, maka jumlahnya secara otomatis sudah melambung mencapai 1.000 ton lebih.

“Karena memang itu situasi ya, pada saat memang orang berkurban, jadi tidak dihitung secara rata-rata,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk komoditas daging ayam ras angka kebutuhan per tahun di Berau mencapai 4.601 ton, diikuti telur ayam ras 4.063 ton, gula pasir 2.377 ton, serta minyak goreng 4.774 ton.

Ironisnya, dari total 12 komoditas pangan strategis yang dipetakan tersebut, tercatat hanya jagung pipilan kering yang sejauh ini mampu dipenuhi produksi lokal di Berau. 

Sedangkan, untuk 11 komoditas penting lainnya, Berau masih harus bergantung dan mengandalkan pasokan dari luar daerah akibat minimnya hasil panen lokal.

“Berarti produksi kita kurang di sini, belum mampu. Kalau bawang putih, gula, sama minyak goreng ya memang kita enggak ada sama sekali di sini,” akunya.

Arsyad menambahkan, untuk beras sebetulnya sangat berpotensi diproduksi petani lokal. Hanya saja, untuk saat ini performa dan kapasitas petani lokal di Berau belum mampu mengejar target produksi tersebut.

Kendati demikian, dengan rincian volume logistik pangan yang sudah dipaparkan di atas, ia menilai ketersediaan barang di pasaran saat ini sudah sangat mencukupi kebutuhan pangan seluruh lapisan masyarakat.

Perpaduan antara hasil bumi lokal dengan pasokan dari luar daerah dinilai sudah lebih dari cukup untuk menopang ketahanan konsumsi harian warga.

“Dari produksi lokal yang ada ditambah memang lebih besar pemasokan dari luar itu, sudah cukup sih untuk masyarakat dari perhitungan kita,” ujarnya.

Adapun jalur distribusi logistik pangan tersebut rata-rata mengambil pasokan dari luar pulau, utamanya dari wilayah Jawa dan Sulawesi. 

Untuk pasokan daging, telur ayam ras, dan daging ayam ras mayoritas didatangkan dari Sulawesi serta sebagian dari Jawa yang dikirim langsung menggunakan jalur peti kemas.

Begitu pula dengan komoditas sayur-mayur segar yang disuplai dari Sulawesi dan dibongkar melalui kapal-kapal dagang di wilayah pesisir Teluk Sulaiman.

“Kalau untuk minyak dari Samarinda juga ada sebagian langsung drop ke sini, dari Jawa juga ada melalui distributor-distributor yang ada di sini,” pungkas Arsyad. (*)

Tabel Proyeksi Kebutuhan 12 Komoditas Pangan Pokok Kabupaten Berau Tahun 2026

No.Komoditas PanganKebutuhan Bulanan (Ton)Proyeksi Kebutuhan Tahunan (Ton)
1.Beras± 2.000 (Rata-rata)24.000
2.Jagung Pipilan Kering300 – 400~ 5.400
3.Kedelai140 – 1551.800
4.Bawang Merah73 (Rata-rata)904
5.Bawang Putih62 – 70787
6.Cabai Besar / Keriting27 – 30352
7.Cabai Rawit63 – 72814
8.Daging Sapi50 (Rata-rata normal)741 (Di luar Iduladha)
9.Daging Ayam Ras358 – 4154.601
10.Telur Ayam Ras327 – 3844.063
11.Gula Pasir185 – 2102.377
12.Minyak Goreng372 – 4274.774