BERAU TERKINI – Jendela bursa transfer musim panas baru saja dibuka, namun raksasa Catalan, Barcelona, sudah berhasil mencuri panggung dengan cara yang kontroversial. Bukan karena prestasi, melainkan karena manuver transfer mereka yang dinilai agresif hingga menyulut emosi sejumlah klub raksasa Eropa.

Mulai dari Atletico Madrid, Manchester United, Real Sociedad, hingga Athletic Club, berbondong-bondong menyuarakan kekecewaan mereka secara terbuka. Barcelona dituding menggunakan taktik “bawah tanah” dan bocoran media demi menggoda pemain incaran, sebuah strategi yang dinilai merusak hubungan antar-institusi sepak bola.

Sumbu Kompor: Kasus Julian Alvarez dan Marcus Rashford

Ketegangan terbaru melibatkan dua nama besar, yakni bomber Atletico Madrid, Julian Alvarez dan bintang Manchester United Marcus Rashford.

Atletico Madrid meradang setelah muncul rumor di media bahwa Barcelona melayangkan tawaran fantastis sebesar 100 juta euro untuk Alvarez.

Pihak Los Rojiblancos langsung bereaksi keras di media sosial, mengecam apa yang mereka sebut sebagai kampanye hitam, kebocoran sengaja, dan fake news yang sengaja ditiupkan untuk merusak stabilitas tim mereka.

Di tempat lain, raksasa Inggris Manchester United juga dilaporkan kesal dengan saga transfer Rashford. Setan Merah tidak habis pikir mengapa Barcelona enggan menghormati komitmen finansial dalam klausul pinjaman senilai 30 juta euro yang sebelumnya dibahas, padahal di saat yang sama klub Catalan tersebut sanggup menggelontorkan dana melimpah 70 juta euro untuk mendatangkan Anthony Gordon.

Bukan yang Pertama: Rekam Jejak Kontroversi Barcelona

Bagi para pengamat sepak bola, perilaku Barcelona di pasar transfer ini sebenarnya bukan barang baru. Klub ini punya rekam jejak panjang dalam memicu ketegangan dengan klub lain:

  • Athletic Club (Kasus Nico Williams): Musim panas lalu, perburuan Nico Williams oleh Barca membuat manajemen Bilbao meradang hingga harus melapor ke pihak LaLiga akibat pendekatan yang dinilai kelewat batas.
  • Espanyol (Kasus Joan García): Kendati Barcelona menebus penuh klausul pelepasan sang kiper, rival sekota mereka tetap menganggap cara tersebut sebagai bentuk arogansi transfer.
  • Real Sociedad (Kasus Zubimendi): Xavi Hernandez, saat masih menjabat sebagai pelatih, sempat ditegur keras oleh presiden Real Sociedad karena membicarakan pemain mereka yang masih terikat kontrak secara terbuka di media.

Bursa transfer musim panas masih sangat panjang, namun Barcelona tampaknya sudah berhasil “menciptakan musuh” di mana-mana. Apakah strategi agresif ini akan membuahkan tim impian, atau justru menjadi blunder yang mengisolasi mereka di kancah sepak bola Eropa?

Sumber: Marca