BERAU TERKINI – Meningkatnya kasus pelecehan seksual terhadap anak dan perempuan menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Berau.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, meminta seluruh pihak memperkuat pengawasan dan edukasi guna mencegah kasus serupa terus terjadi, khususnya di lingkungan pendidikan.
Menurut Gamalis, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) harus terus aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait perlindungan perempuan dan anak.
“Karena persoalan perempuan dan anak ini harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya kepada Berauterkini, Senin (26/5/2026).
Ia menilai, maraknya kasus pelecehan yang terus berulang menunjukkan masih lemahnya pengawasan serta kurangnya edukasi di lingkungan sekitar anak.
“Kalau kasus terus berulang, berarti ada kelemahan dalam pengawasan dan pembelajaran. Karena itu harus ada tindakan tegas sebagai efek jera agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya.
Gamalis menambahkan, kasus serupa yang kembali terjadi menunjukkan adanya persoalan serius yang tidak bisa lagi dianggap sepele.
Menurutnya, tindakan asusila yang terus berulang berpotensi merusak rasa aman masyarakat dan mencoreng nama daerah apabila tidak ditangani secara tegas.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam menjaga serta mengawasi anak-anak dari potensi tindak kekerasan maupun eksploitasi.
Menurutnya, perlindungan terhadap anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Peran orang tua sangat penting untuk memberikan perhatian dan pengawasan kepada anak-anak agar mereka terhindar dari hal-hal yang membahayakan,” katanya.
Gamalis juga menyoroti banyaknya kasus yang muncul di lingkungan pendidikan.
Untuk itu, ia meminta sekolah dan seluruh pihak terkait meningkatkan perhatian terhadap keamanan serta perlindungan anak sejak usia dini.
“Dunia pendidikan juga harus lebih memperhatikan hal ini. Anak-anak harus diberikan pemahaman dan perlindungan sejak kecil,” tutupnya. (*)
