BERAU TERKINI – Pengumuman final 26 pemain Tim Nasional Brasil untuk Piala Dunia 2026 menyisakan cerita emosional bagi penyerang andalan Chelsea, Joao Pedro.

Namanya dipastikan tersisih dari daftar pilihan pelatih Carlo Ancelotti setelah melalui proses penyaringan ketat dari 55 nama di skuad sementara.

Keputusan Don Carlo—sapaan akrab Ancelotti—menepikan striker berusia 24 tahun tersebut terbilang cukup mengejutkan publik.

Pasalnya, Joao Pedro tengah menikmati tren performa yang sangat impresif di level klub sepanjang musim ini bersama The Blues.

Sejak diboyong dari Brighton pada bursa transfer musim panas silam, penyerang tajam ini sukses mengemas total 20 gol dari 49 penampilan di seluruh ajang kompetitif.

Namun sengitnya persaingan di lini gedor Selecao—termasuk kembalinya nama besar seperti Neymar Jr—membuat Joao Pedro harus mengubur mimpinya tampil di panggung tertinggi sepak bola dunia tahun ini.

Respons Berkelas Joao Pedro: Mencoba Tetap Tenang

Meski harus menerima kenyataan pahit di saat performanya sedang menanjak, Joao Pedro menunjukkan kedewasaan sikap yang luar biasa. Melalui pernyataan resminya, ia mengaku tetap tenang dan menerima segala keputusan taktis dari tim pelatih.

“Saya mencoba memberikan yang terbaik setiap saat. Sayangnya, tidak mungkin untuk memenuhi impian mewakili negara saya di Piala Dunia, tetapi saya tetap tenang dan fokus, seperti yang selalu saya usahakan,” ujar Joao Pedro secara profesional.

Striker Chelsea Joao Pedro (kiri), Striker Santos Neymar Junior. (x/@neymarjr, @barcatimes)
Striker Chelsea Joao Pedro (kiri), Striker Santos Neymar Junior. (x/@neymarjr, @barcatimes)

Bagi penyerang bernomor punggung 9 di Chelsea tersebut, dinamika naik-turun emosi di dalam karir lapangan hijau merupakan hal yang lumrah dan wajib dihadapi secara bijak oleh setiap pesepak bola profesional.

“Kegembiraan dan frustrasi adalah bagian dari sepak bola,” tambahnya lirih namun tegar.

Pilih Jadi Suporter demi Ambisi Trofi Keenam Tim Samba

Alih-alih meratap atau memicu polemik ruang ganti, eks penggawa Watford ini justru langsung mengalihkan fokusnya untuk memberikan dukungan moral penuh kepada rekan-rekannya yang berangkat ke Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.

Joao Pedro menegaskan bahwa ego pribadinya tidak lebih besar daripada ambisi seluruh rakyat Brasil yang ingin melihat negaranya kembali merengkuh takhta tertinggi sepak bola dunia setelah terakhir kali merasakannya pada tahun 2002 silam.

“Mulai sekarang, saya mengucapkan semoga sukses untuk semua orang yang ada di sana dan saya akan menjadi penggemar lainnya yang bersorak agar mereka membawa pulang gelar keenam,” pungkasnya ditutup dengan doa terbaik untuk armada Brasil.

Dengan dicoretnya Joao Pedro, lini depan juara dunia lima kali tersebut kini akan bertumpu pada perpaduan magis Neymar Jr, bintang muda Endrick, serta Vinicius Junior dan Raphinha.