BERAU TERKINI – Panggung Atletico Madrid, Stadion Riyadh Metropolitano, bergemuruh dalam haru. Sang dirigen lapangan tengah sekaligus legenda hidup Los Colchoneros, Antoine Griezmann, resmi memainkan laga kandang terakhirnya yang super emosional.

Penyerang jenius asal Prancis ini dipastikan akan meninggalkan La Liga di akhir musim demi memulai petualangan baru di kompetisi Amerika Serikat, Major League Soccer (MLS) Orlando City.

Namun, bukan Griezmann namanya jika pergi tanpa meninggalkan jejak emas. Dalam laga perpisahan yang dibanjiri air mata tersebut, penyerang bernomor punggung 7 ini menyempurnakan warisannya dengan mencetak asis ke-100 sepanjang kariernya bersama Atletico Madrid.

Pencapaian luar biasa ini menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah modern klub, sekaligus membuktikan bahwa visinya di lapangan tetaplah berada di level tertinggi dunia hingga detik terakhirnya di Spanyol.

Pemberian ucapan selamat tinggal kepada Antoine Griezmann yang pindah dari Atletico Madrid ke Orlando City. (atelticodemadrid.com)
Pemberian ucapan selamat tinggal kepada Antoine Griezmann yang pindah dari Atletico Madrid ke Orlando City. (atelticodemadrid.com)

Jan Oblak Memimpin Penghormatan: “Seharusnya Dia Memenangkan Ballon d’Or”

Keputusan Griezmann untuk menyudahi masa baktinya di Madrid memicu gelombang penghormatan dari rekan-rekan setimnya. Kiper legendaris sekaligus kapten Atletico Madrid, Jan Oblak, memimpin ruang ganti untuk memberikan ucapan selamat sekaligus pesan perpisahan yang menyentuh hati.

Oblak secara terbuka menyebut bahwa kontribusi Griezmann selama bertahun-tahun di Atletico Madrid sering kali kurang diapresiasi oleh sepak bola global. Menurutnya, dengan segala magis, pengorbanan taktis, dan konsistensi yang ditunjukkan Griezmann di bawah asuhan Diego Simeone, pemain asal Prancis itu sangat layak berdiri di podium tertinggi sepak bola.

“Dia adalah pemain yang membuat segalanya menjadi mudah di lapangan. Melihat apa yang sudah dia lakukan untuk klub ini, jujur saja, seharusnya dia memenangkan Ballon d’Or dalam kariernya,” ujar Jan Oblak penuh emosional.

Kepergian Griezmann ke MLS tidak hanya meninggalkan lubang besar di lini depan Atletico Madrid, tetapi juga menandai berakhirnya era salah satu penyerang paling cerdas yang pernah menghiasi kompetisi La Liga.