BERAU TERKINI — SD Negeri 017 Tanjung Redeb berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih juara dalam berbagai kategori di ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat kabupaten yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Berau pekan lalu.

Keberhasilan luar biasa ini sekaligus mengantarkan para jawara peringkat pertama dari sekolah tersebut untuk mewakili Kabupaten Berau ke kompetisi tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang akan digelar secara daring pada 21 Mei mendatang.

Dari tujuh kategori perlombaan yang disajikan dalam festival tersebut, SDN 017 Tanjung Redeb menunjukkan dominasinya dengan berhasil menempati posisi tiga besar di enam kategori sekaligus.

Pada cabang lomba seni tari, tim yang terdiri dari Aqifa Nayla, Madina Zahra Putri, dan Achmad Alvin Maulana di bawah bimbingan guru pendamping Deka sukses menyabet Juara 1.

Juara 1 juga diraih pada cabang lomba pantomim oleh duet Muhammad Alif Irsal dan Bilfaqih Abiyan Rahmatullah dengan arahan guru pendamping Habdi Cipta Negara.

Tidak ketinggalan, cabang lomba kriya turut mengamankan Juara 1 melalui karya apik Aska Raditya Yumatara yang didampingi oleh Rosmiati.

Selain jajaran peringkat pertama, sekolah ini juga mengamankan posisi juara di bidang sastra dan vokal. 

Kategori menulis cerita berhasil meraih Juara 2 melalui torehan karya Rahmadhani Amila Majid bersama guru pendamping Elisa Marselabang. 

Sementara itu, posisi Juara 3 berhasil diamankan pada dua kategori berbeda, yakni lomba mendongeng oleh Alesha Salshabila Susilo dengan guru pendamping Yumei, serta lomba menyanyi solo oleh Komang Tribrata Narendra di bawah bimbingan Pipit Suci Oktaria.

Kepala SDN 017 Tanjung Redeb, Sunarmi, menjelaskan, proses pendampingan komprehensif telah dilakukan sejak dini, dimulai dari identifikasi minat dan bakat anak melalui kegiatan ekstrakurikuler sekolah.

Pihak sekolah kemudian menunjuk guru pembimbing yang kompeten di bidangnya masing-masing. 

Selama persiapan, para murid menjalani latihan rutin untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus mengikuti simulasi panggung agar terbiasa dengan atmosfer kompetisi yang disaksikan oleh guru dan teman-teman mereka.

“Saya secara rutin memantau progres latihan, memastikan fasilitas sekolah tersedia sepenuhnya, dan memberikan ruang bagi guru serta murid untuk bereksperimen dengan ide-ide kreatif mereka,” ungkap Sunarmi kepada Berauterkini, Jumat (15/5/2026).

Selama proses perlombaan berjalan, penguatan mental menjadi perhatian utama pihak sekolah. 

Sunarmi selalu menekankan kepada anak didiknya bahwa panggung kompetisi adalah tempat untuk belajar, bukan sekadar memburu kemenangan. 

Petugas pendamping pun aktif menanamkan pemahaman bahwa rasa gugup saat tampil adalah hal yang manusiawi. 

Demi mengurangi beban psikologis anak-anak di sela waktu belajar akademik mereka, sekolah selalu menegaskan keberanian untuk maju ke atas panggung sudah membuat mereka menjadi pemenang.

“Kami memberikan dukungan moral secara terus-menerus. Hal ini biasanya mengurangi beban mental mereka secara signifikan,” ujarnya.

Kemenangan besar ini dinilai Sumarni sebagai bukti nyata bahwa program pendidikan karakter dan pengembangan seni di sekolahnya berjalan dengan sangat baik. 

Sebagai pemimpin lembaga, ia mengaku sangat bangga dan terharu atas kerja keras seluruh anak didiknya. 

Ia berpesan kepada para pemenang untuk tetap rendah hati dan menjadikan momen ini sebagai batu loncatan menuju mimpi yang lebih tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

“Selamat atas pencapaian luar biasa kalian! Namun ingat, piala ini adalah awal, bukan akhir. Jadilah inspirasi bagi teman-teman yang lain,” ucap Sunarmi.

Ia juga menyampaikan apresiasi terdalam atas dukungan, kerja keras, serta doa yang mengalir dari para guru, orang tua murid, hingga jajaran komite sekolah. 

Keberhasilan memborong piala ini tidak lepas dari kuatnya rasa memiliki antar elemen di sekolah tersebut. 

“Yang luar biasa lagi kami SDN 017 memiliki tim yg solid, bukan cuman solid tapi punya tanggung jawab yang luar biasa untuk terus berdedikasi, berkarya, dan berkontribusi untuk rumah kedua kami,” tutupnya. (*)