BERAU TERKINI — Memasuki pertengahan kuartal kedua 2026, penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Berau tercatat masih berada di angka yang cukup rendah.

Merujuk pada data realisasi belanja daerah hingga Mei 2026, penyerapan anggaran di Bumi Batiwakkal dilaporkan belum menyentuh angka 12 persen dari total pagu yang telah ditetapkan.

Kondisi ini memicu perhatian serius, mengingat adanya penurunan pagu anggaran yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Belanja pegawai masih mendominasi jauh di atas belanja modal untuk pembangunan fisik.

Pada tahun anggaran ini, Pemkab Berau memang harus mengelola postur keuangan yang lebih ramping.

Belanja daerah yang dialokasikan dalam APBD 2026 tercatat sebesar Rp3,4 triliun.

Sebuah angka yang menunjukkan kontraksi atau penurunan drastis sebesar 35,02 persen jika dibandingkan dengan pagu belanja daerah pada 2025.

Namun, meski beban anggaran menurun, tantangan pada sisi penyerapan justru tetap membayangi kinerja pemerintah daerah.

Terhitung sejak Januari hingga Mei 2026, total realisasi belanja yang berhasil terserap baru mencapai Rp406,07 miliar atau setara dengan 11,9 persen.

Jika membedah rincian realisasi tersebut, terlihat jelas bahwa sebagian besar dana yang telah keluar dialokasikan untuk membiayai belanja pegawai.

Sebanyak Rp225,48 miliar digunakan untuk gaji dan tunjangan aparatur sipil negara (ASN).

Angka ini jauh melampaui pos belanja lainnya, seperti belanja barang dan jasa yang terserap sebesar Rp76,83 miliar, serta pos belanja lainnya sebesar Rp83,81 miliar.

Kesenjangan yang paling mencolok terlihat pada sektor pembangunan infrastruktur publik.

Belanja modal, yang bersentuhan langsung dengan fasilitas masyarakat, mencatatkan realisasi yang sangat minim yakni hanya sebesar Rp19,95 miliar.

Angka ini menunjukkan, sebagian besar proyek fisik atau pengadaan strategis kemungkinan besar masih tertahan dalam tahap lelang atau proses persiapan administrasi.

Dengan realisasi belanja modal yang belum bergerak signifikan dari total anggaran Rp3,4 triliun, Pemkab Berau diharapkan segera melakukan langkah percepatan di sisa waktu tahun anggaran ini.

Hal ini dinilai sangat krusial agar pemotongan anggaran sebesar 35 persen tidak semakin diperparah oleh lambatnya penyerapan.

Sehingga, tidak menghambat perputaran ekonomi lokal dan pemenuhan infrastruktur bagi masyarakat di Kabupaten Berau.

Berikut ini rincian Belanja Pemkab Berau hingga Mei 2026:

Jenis BelanjaNilai Realisasi (Miliar Rp)
Belanja Pegawai225,48
Belanja Lainnya83,81
Belanja Barang dan Jasa76,83
Belanja Modal19,95
Total Realisasi (Jan – Mei)406,07