BERAU TERKINI – Pemangkasan anggaran daerah mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat.
Menurunnya belanja pemerintah disebut berpengaruh langsung terhadap perputaran uang dan daya beli warga di Kabupaten Berau.
Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Mangunsong, menilai, kondisi ekonomi masyarakat saat ini tidak bisa dilepaskan dari berkurangnya alokasi anggaran daerah.
Menurutnya, ketika APBD masih berada di kisaran Rp6 triliun, distribusi dana ke masyarakat berjalan cukup besar melalui berbagai program pemerintah, mulai dari Alokasi Dana Kampung (ADK) hingga proyek pembangunan.
Namun, setelah adanya pemangkasan anggaran, aliran dana ke masyarakat ikut menyusut dan berdampak pada aktivitas ekonomi di daerah.
“Ketika anggaran turun, otomatis peredaran uang di masyarakat ikut melemah. Ini berpengaruh besar terhadap daya beli,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Rudi mengungkapkan, berdasarkan data yang diterimanya, terjadi penurunan signifikan terhadap daya beli masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.
Ia menilai kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele karena berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan.
Menurutnya, tekanan ekonomi saat ini juga diperparah oleh situasi global.
Kenaikan harga BBM hingga dampak konflik internasional disebut ikut memengaruhi stabilitas ekonomi, termasuk sektor-sektor unggulan di daerah.
“Sekarang ini, semua sektor terdampak. Kita tidak bisa hanya bergantung pada satu sektor, perlu langkah antisipatif yang cepat dan tepat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti ketergantungan daerah terhadap sektor tertentu, seperti pertambangan, yang dinilai tidak lagi cukup kuat menjadi satu-satunya penopang ekonomi daerah di tengah kondisi global yang tidak menentu.
Karena itu, Rudi meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) segera menyusun formulasi kebijakan yang adaptif dan tepat sasaran.
Menurutnya, setiap program pemerintah harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat agar beban ekonomi warga tidak semakin berat.
“Ini bukan situasi yang bisa ditangani biasa-biasa saja. Semua harus dihitung dengan matang agar masyarakat tetap bisa bertahan,” pungkasnya. (*/Adv)
