BERAU TERKINI – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau terus mendorong pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) agar mampu bersaing di era digital.
Salah satunya melalui pelatihan pemasaran digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang diikuti 30 pelaku IKM terpilih.
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan, peserta yang mengikuti pelatihan bukan dipilih secara acak.
Mereka merupakan pelaku IKM yang telah dinilai siap untuk meningkatkan kapasitas usaha, khususnya dalam aspek pemasaran digital.
“Peserta yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 30 pelaku IKM. Mereka dipilih karena dinilai sudah siap untuk naik kelas, terutama dalam pengembangan pemasaran digital usahanya,” ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali pemanfaatan teknologi AI, khususnya penggunaan ChatGPT sebagai alat bantu menyusun strategi pemasaran, membuat konten promosi, hingga menyusun ide-ide kreatif untuk mengembangkan usaha.
Selain itu, mereka juga mendapatkan materi mengenai optimalisasi akun media sosial bisnis agar lebih menarik dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Menurut Eva, perkembangan teknologi digital saat ini menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan pelaku IKM agar tidak tertinggal.
Kehadiran AI diharapkan mampu membantu pelaku usaha bekerja lebih efektif sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin para pelaku IKM memahami AI bukan sesuatu yang rumit. Justru teknologi ini bisa menjadi alat bantu untuk membuat promosi, menyusun konten, hingga memperkuat branding usaha mereka,” katanya.
Ia berharap, setelah mengikuti pelatihan, para peserta dapat langsung menerapkan ilmu yang diperoleh dalam mengembangkan bisnis masing-masing.
Dengan kemampuan pemasaran digital yang lebih baik, produk-produk IKM Berau diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional.
Program tersebut menjadi salah satu upaya Diskoperindag Berau dalam mempercepat transformasi digital sektor IKM.
Selain itu, menciptakan pelaku usaha yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tren pemasaran modern. (*/Adv)
