TANJUNG REDEB – Hanya dalam kurun waktu sekitar 10 menit, siswa/siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Kabupaten Berau mampu menciptakan 1.200 lebih pantun, tepatnya sebanyak 1.270 pantun.

Kebanggaan para pelajar SMAN 4 untuk menciptakan pantun itu, dinaungi Perpustakaan Garlip dan SMAN 4 Berau yang disponsori oleh PT BUMA.

Sejatinya, pihak penitia atau penggagas memberikan waktu selama 20 menit, namun para pelajar mengerahkan kemampuannya sekuat mungkin, hanya sekitar 10 menit berhasil menelurkan 1.270 pantun.

Penggagas mengatakan, di tengah gemuruh hujan, pantun-pantun itu tercipta dengan begitu indah dan penuh makna.

Siswa-siswi SMAN 4 Berau telah menulis sejarah dengan pena mereka, mengukir cinta mereka terhadap budaya Indonesia dalam bentuk pantun yang memikat.

Perpustakaan Garlip dan SMAN 4 Berau didukung PT BUMA dengan penuh kebanggaan, menyaksikan bahwa generasi muda Indonesia di “Bumi Batiwakkal”, masih memiliki semangat dan kecintaan yang tinggi terhadap budaya mereka.

Mereka membuktikan bahwa budaya Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan terus hidup dalam hati dan pikiran mereka.

Pada hari itu, semangat mereka menjadi cahaya yang menerangi jalan menuju kelestarian budaya Indonesia mengangkat tema tentang “Kota Berau dan Pentingnya Membaca”.

Aula SMAN 4 Berau menjadi saksi dari sebuah kegiatan yang tidak pernah terjadi sebelumnya, yaitu sebuah kegiatan yang menguji kemampuan dalam menulis pantun pada Kamis (29/2/2024), tepat pada hari Kabisat. (*)

Editor : s4h