BERAU TERKINI – Destinasi wisata hutan mangrove di De Mangroop Kampung Dumaring, Talisayan, Kabupaten Berau kini menjadi salah satu destinasi wisata alam favorit di Kabupaten Berau.

Hutan bakau yang rimbun ini menawarkan suasana tenang dengan panorama hijau yang menyejukkan mata.

Sangat cocok bagi pengunjung yang ingin sejenak keluar dari riuk pikuk perkotaan.

Para wisatawan dapat menikmati keindahan alam secara dekat dengan berjalan menyusuri jembatan kayu yang telah tertata rapi.

Di sepanjang perjalanan, pengunjung disuguhkan pemandangan unik jalinan akar pohon bakau, aneka jenis burung liar, kepiting bakau, hingga riak ikan-ikan kecil di bawah jembatan.

DE MANGROOP 2

Tak jarang, wisatawan juga berkesempatan menyapa langsung kawanan satwa dilindungi, seperti bekantan berpuncak hidung ikonik dan monyet ekor panjang yang bergelayutan lincah di sela-sela pepohonan.

Selain menyuguhkan pesona ekowisata, kawasan ini aktif menjadi pusat edukasi lingkungan.

Kegiatan penanaman bibit pohon bakau rutin digelar untuk menjaga kelestarian serta memperluas tutupan hutan.

Kegiatan penanaman mangrove yang diinisiasi DLHK Berau bersama sektor swasta dan BUMN di Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan. (Istimewa)
Kegiatan penanaman mangrove yang diinisiasi DLHK Berau bersama sektor swasta dan BUMN di Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan. (Istimewa)

Wisatawan pun sering diajak berpartisipasi langsung dalam aksi hijau ini demi mendukung pelestarian ekosistem pesisir.

Secara fungsional, keberadaan Hutan Mangrove Dumaring memegang peranan krusial dalam menahan abrasi pantai, mencegah luapan air pasang, serta menjadi ruang berkembang biak (nursery ground) bagi berbagai biota laut.

Keberadaannya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga sekitar.

Demi menunjang kenyamanan pengunjung, pengelola telah menyediakan berbagai fasilitas penunjang seperti treking kayu, gazebo,menara pandang dan area parkir kendaraan yang memadai.

Nikmatnya berwisata di Hutan Mangrove Dumaring makin lengkap karena ramah di kantong.

Harga tiket masuk lokasi wisata ini sangat terjangkau, yakni berkisar antara Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per orang.

Pengunjung diharapkan senantiasa menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, menjaga ketenangan agar tidak mengusik ketenteraman hewan liar, serta tidak merusak flora yang ada.

Dengan kesadaran bersama, kelestarian Hutan Mangrove Dumaring akan terus terjaga dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang. (M/BT/SLZ)