BERAU TERKINI – Jika hendak berwisata sambil belajar di libur akhir pekan ini, destinasi wisata Mangrove Kampung Teluk Semanting, Pulau Derawan, Berau, Kaltim, dapat jadi pilihan.

Hamparan hutan bakau seluas 741 hektare membuat wisatawan tak akan bosan untuk berkeliling kawasan konservasi tersebut.

Bagi wisatawan yang berkunjung, telah disiapkan beragam aktivitas menarik, mulai dari jelajah alam hingga pengalaman budaya.

Fasilitas glamping di destinasi wisata Mangrove Kampung Teluk Semanting. (facebook/Ahmad Syaifullah)
Fasilitas glamping di destinasi wisata Mangrove Kampung Teluk Semanting. (facebook/Ahmad Syaifullah)

Pertama, menyusuri sungai menggunakan perahu. Pengunjung akan di bawa berkeliling di antara rimbunnya pohon bakau.

Di sepanjang perjalanan, sering terlihat bekantan dan berbagai jenis burung yang hidup bebas.

Kedua, mengunjungi area pembibitan mangrove. Di sini wisatawan bisa belajar langsung cara menanam dan merawat bibit bakau demi menjaga kelestarian lingkungan pesisir.

Fasilitas glamping di destinasi wisata Mangrove Kampung Teluk Semanting. (facebook/Ahmad Syaifullah)
Fasilitas glamping di destinasi wisata Mangrove Kampung Teluk Semanting. (facebook/Asri Toldo)

Ketiga, menikmati fasilitas glamping. Bagi yang ingin bermalam, tersedia tempat menginap nyaman di tengah suasana alam yang tenang dan asri.

Keempat, Trekking Mangrove. Wisatawan dapat berjalan kaki dengan aman menyusuri hutan melalui jalur titian kayu sepanjang 1,3 kilometer.

Kelima, mencoba pengalaman budaya membatik. Wisatawan bisa belajar membuat batik tulis bermotif khas yang terinspirasi dari kekayaan alam hutan bakau setempat.

23b desa wisata 1
Salah satu desa wisata di Berau yang masuk dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024, Ekowisata Mangrove Teluk Semanting.

Untuk mendukung kenyamanan, pengelola telah menyediakan fasilitas penunjang yang memadai. Mulai dari area parkir, toilet umum, tempat ibadah, warung makanan, hingga pusat informasi wisata.

Pengunjung juga dapat membeli produk umkm lokal seperti amplang dan kerupuk khas hasil produksi warga setempat sebagai oleh-oleh.

Demi menjaga kelestarian kawasan ini pengelola mengimbau seluruh wisatawan yang datang untuk selalu menjaga kebersihan, tidak merusak tanaman, serta tidak mengganggu satwa yang ada. (M/BT/SLZ)