TANJUNG REDEB – Kondisi jalan Tepian Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Bugis Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, kini semakin terasa sesak alias padat. Dari suasana itu, warga mengusulkan agar jalur jalannya dibuat satu arah atau one way.

Tepian Jalan Ahmad Yani sesungguhnya kian menjadi idola publik, baik untuk hanya sekadar jalan-jalan ataupun warga yang menghabiskan waktu menunggu malam. Namun tingkat kendaraan yang dikemudikan para pengunjung, kerap menyesaki bahu jalan, antre.

Kondisi itu diakui pemerintah di level kelurahan. Lurah Bugis Muhammad Hidayat, mengaku mendapatkan laporan dari warga sekitar yang menyebutkan kondisi itu terjadi pada setiap akhir pekan dan hari libur lainnya.

Pengunjung yang membludak jelang malam hari, kerap berujung pada kemacetan disebabkan oleh jalan yang menyempit.

“Betul. Itu kami terima juga laporannya dari warga,” kata Hidayat, saat ditemui berauterkini.co.id, Senin (29/1/2024).

Atas kondisi itu, Lurah mengusulkan agar pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Berau untuk membuat skema one way alias satu arah/jalur di Jalan Ahmad Yani.

Skema lalu lintas satu jalur tersebut, dianggap sebagai alternatif dalam mengurai potensi kemacetan di Jalan Ahmad Yani.

“Ini salah satu alternatif yang paling potensi untuk diterapkan,” ujarnya.

Terdapat dua opsi yang disampaikannya, yakni memberlakukan skema satu jalur selama 24 jam. Atau dapat diberlakukan hanya pada jam padat saja.

Biasanya, ungkapnya, Jalan Ahmad Yani diblokir kala agenda olahraga akhir pekan alias car free day. Itu pun hanya berlangsung sejak pagi hingga jelang siang hari.

“Kami akan sampaikan ini ke pemerintah agar Tepian itu jadi nyaman,” maunya.

Dia mengilustrasikan, bila skema one way diberlakukan, para pegendara kendaraan roda 2 dan 4, dapat melintas melalui Jalan Kapten Tendean. Kemudian melintas satu arah ke Jalan Pangeran Antasari.

Dari situ, kendaraan yang hendak melipir ke Tepian, dapat memarkirkan kendaraannya di bahu jalan yang kantung parkirnya telah disiapkan Dishub Berau.

“Kan sudah ada sekat-sekatnya disitu. Jadi, memang di desain arah masuknya dari Tendean,” terangnya.

Diharapkan agar skema tersebut masuk dalam agenda instansi pemerintah yang mengurusi bagian jalur lalu lintas di kawasan dalam kota.

“Ini juga demi menghindari kecelakaan. Kalau jalan sudah sempit dan dibuat dua arah sepertinya lebi baii dan aman,” tutur Lurah Hidayat. (*)

Reporter : Sulaiman

Editor : s4h