BERAU TERKINI – Warga Berau dihadapi berbagai masalah pelik dalam sepekan terakhir mulai dari kabut asap hingga BBM langka.

Karhutla di Berau belum usai, kabut asap imbas kebakaran justru terasa semakin pekat.

Kondisi itu membuat kualitas udara memburuk, bahkan murid sekolah harus belajar dari rumah (BDR) agar tidak terpapar udara yang kotor.

Di tengah situasi itu, warga Berau dihadapkan pada persoalan lainnya yakni kelangkaan BBM.

Dalam dua hari terakhir warga harus kerja keras dan ekstra sabar menanti untuk mendapatkan BBM.

Antrean kendaraan mengular panjang di sejumlah SPBU di Berau dalam dua hari terakhir.

Sejumlah warganet Berau mengutarakan keluhan dan keresahannya di media sosial.

Aksi bagi-bagi masker di Tanjung Redeb saat kabut asap melanda Berau. (Zuhrie/BT)
Aksi bagi-bagi masker di Tanjung Redeb saat kabut asap melanda Berau. (Zuhrie/BT)

Salah satu warganet menyebut telah mendatangi dua SPBU untuk mencari BBM. Namun, stok hanya ditemukan di salah satu SPBU terdekat.

Ia juga menyebut kondisi di kios-kios penjual BBM eceran tak jauh berbeda karena stok disebut telah habis.

Warganet lainnya mengeluh, kelangkaan BBM disebut mulai mengganggu aktivitas hariannya, termasuk persoalan mengantar anak.

Ia mengaku bingung mencari alternatif transportasi lantaran pilihan transportasi umum di Berau dinilai terbatas.

“Jujur stress. Asap dan panas Berau masih bisa ditoleran, bensin langka” tulisnya.

Antrean BBM di SPBU Sambaliung.
Antrean BBM di SPBU Sambaliung.

Tak hanya persoalan antrean, warganet juga mengeluhkan kendala operasional SPBU.

Salah seorang warganet mengaku sudah datang setelah mendapat informasi SPBU kembali buka, tetapi sesampainya di lokasi justru terjadi pemadaman listrik sehingga pelayanan belum dapat berjalan.

Harga Ayam Naik

Ujian untuk warga Berau belum berakhir. Di saat kabut asap karhutla dan kelangkaan BBM, harga bahan pokok seperti ayam potong merangkak naik.

Bahkan harga ayam potong kini mencapai Rp 40 ribu per kilogram.

Harga itu jauh lebih mahal dari harga normal yang biasanya berada di kisaran Rp 32 ribu per kilogram.

Salah satu pedagang ayam pinggir jalan di Tanjung Redeb, Isnan, mengatakan kenaikan harga dipicu tingginya permintaan ayam dalam beberapa waktu terakhir.

Penjual ayam potong pinggir jalan di Tanjung Redeb. (Diva/BT)
Penjual ayam potong pinggir jalan di Tanjung Redeb. (Diva/BT)

Dia menyebut permintaan ayam potong untuk SPPG atau dapur MBG membuat harga ayam potong melonjak.

“Harga sekarang Rp39 ribu per kilo, biasanya normal Rp32 ribu. Naiknya kemarin karena ada program MBG yang membeli dalam jumlah banyak, jadi stok lebih sedikit,” ucapnya pada Berauterkini.co.id pada Rabu (2/9/2026).

Meski saat ini pembelian dalam jumlah besar tersebut sudah mulai berkurang, harga ayam belum kembali normal dan masih bertahan di level yang lebih tinggi.

Isnan mengaku pasokan ayam yang dijualnya berasal langsung dari peternak di wilayah Sukan, sehingga kualitas dan ketersediaannya relatif terjaga.

Dalam sehari, ia mampu menjual sekitar 100 ekor ayam kepada pelanggan. “Ambil langsung dari kandang di Sukan. Kalau penjualan per hari sekitar 100 ekor,” katanya.