BERAU TERKINI – Kabar baik bagi pengelolaan lingkungan di wilayah pesisir selatan Berau.
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talisayan ditargetkan mulai dibangun pada 2026 oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau.
Kepala UPTD Kebersihan Talisayan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, Dian Novita, mengatakan, pembangunan TPA Talisayan akan menjadi solusi meningkatnya volume sampah di Kecamatan Talisayan dan wilayah sekitarnya.
“Insya Allah TPA Talisayan akan dibangun tahun ini oleh DPUPR. Lokasinya tetap di area pembuangan yang ada sekarang, tepatnya di Kilometer 11 poros Biatan,” ujar Dian, Kamis (1/1/2026).
Dian menjelaskan, kondisi tempat pembuangan sementara yang saat ini digunakan sudah tidak lagi memadai.
Saat musim hujan, akses menuju lokasi pembuangan menjadi becek dan rawan dilalui kendaraan pengangkut sampah.
“Lokasi pembuangannya berada di bagian bawah. Kalau hujan, jalannya becek dan truk bisa amblas, sehingga sampah terpaksa dibuang di bagian atas dekat poros jalan utama,” jelasnya.
UPTD Kebersihan Talisayan saat ini melayani pengelolaan sampah di tiga kecamatan, yakni Talisayan, Batu Putih, dan Bidukbiduk.
Dari ketiga wilayah tersebut, total produksi sampah mencapai sekitar 11-12 ton per hari.
Talisayan menjadi penyumbang sampah terbesar. Dalam sebulan, wilayah ini bahkan bisa menghasilkan hingga 700 ton sampah.
“Kendala utama kami ada pada keterbatasan tenaga lapangan. Saat ini hanya ada enam petugas yang harus menjangkau tiga kecamatan,” ungkapnya.
Ke depan, jika TPA Talisayan telah beroperasi, pengelolaan sampah di dua kecamatan pesisir selatan lainnya, yakni Biatan dan Tabalar, juga akan dialihkan ke UPTD Kebersihan Talisayan.
Dengan bertambahnya wilayah layanan, Dian menegaskan perlu penambahan sarana dan prasarana, khususnya armada pengangkut sampah.
“Saat ini kami hanya memiliki dua unit truk sampah, masing-masing di Talisayan dan Bidukbiduk. Jika wilayah layanan bertambah, tentu harus ada tambahan fasilitas,” pungkasnya. (*)
