BERAU TERKINI – Kerja bakti bersih-bersih atau korve kebersihan digelar di Berau, DLHK berharap peran aktif masyarakat.
Mendagri Tito Karnavian akan mewajibkan Pemda untuk melakukan korve atau kerja bakti kebersihan tiap pekannya.
Korve kebersihan dijadwalkan rutin dilaksanakan dua hari dalam sepekan yakni tiap hari Selasa dan Jumat.
Menanggapi hal itu, pihak DLHK Berau mengaku siap melaksanakan instruksi dari pemerintah pusat itu.
Pengawas Penyapu Jalan, DLHK Berau, Andi Achmad Afandi mengatakan kebijakan tersebut sudah mulai dilaksanakan di Kabupaten Berau pertama kali hari ini, Jumat (13/2/2026) di Kecamatan Teluk Bayur.
“Ya, sudah dilaksanakan,” ujarnya kepada Berauterkini.co.id, Jumat (13/2/2026).
Pihaknya sendiri melaksanakan kegiatan tersebut dengan membantu mengangkut sampah dan mengirim para penyapu jalan.
Pelaksanaan kegiatannya dimulai dari RT yang menyampaikan pada warganya. Kemudian pihak DLHK menyampaikan kepada anggotanya terkait kerja bakti tersebut.
“Itu kan dari sini kan RT-nya menyampaikan ke warganya, kalau kami untuk membantu aja pengangkutan kan, sama penyapunya apa semua,” jelasnya.
Ia mengaku sangat berterima kasih dengan adanya kebijakan baru tersebut dan berharap agar kegiatan ini dapat berkelanjutan.
“Mudah-mudahan lah berkelanjutan supaya Berau bersih intinya,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait kebijakan ini, menurutnya yang bisa dilakukan adalah memberi imbauan pada masyarakat terutama masalah sampah.
Sampah masih menjadi permasalahan dikarenakan masih banyaknya sampah berserakan yang tidak dibuang pada tempatnya.
Ia menyampaikan pada masyarakat agar membuang sampah utamanya ke arm roll yang sudah disediakan.
Masalah sampah juga bisa tertangani dengan berlangganan pada petugas yang mengambil sampah atau saat ini setiap RT atau kecamatan sudah memiliki mobil sampah sendiri.
“Buang pada tempatnya gitu. Bahkan kami sampaikan kepada masyarakat, kalau buang sampah buang pada tempatnya terutama di arm roll,” katanya.
Kegiatan korve ini akan selalu dipantau oleh DLHK dengan turun ke lapangan mengawasi jika sedang dilaksanakannya kegiatan tersebut.
Pengawasan tersebut dimaksudkan untuk mengawasi sampah dan kemudian membantu mengangkatnya.
Terkait hari pelaksanaan kegiatan, ia tidak mengetahui apakah akan selalu dilaksanakan setiap hari Selasa dan Jumat seperti yang dianjurkan Mendagri.
Pihaknya hanya menunggu informasi untuk waktu pelaksanaan kegiatan. “Kita kurang tahu juga, kami menunggu informasi saja,” tutupnya.

