BERAU TERKINI – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau terus mendorong percepatan pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) baru di Kampung Pegat Bukur.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi kondisi TPA yang saat ini digunakan dan diperkirakan akan mencapai batas kapasitas dalam beberapa bulan ke depan.
Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, mengatakan pembangunan TPA Pegat Bukur menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah untuk memastikan layanan pengelolaan sampah tetap berjalan optimal.
“TPA yang ada saat ini sudah mendekati overcapacity. Mudah-mudahan pembangunan TPA di Pegat Bukur bisa segera terselesaikan sesuai harapan, berkualitas, dan sesuai regulasi yang berlaku,” ujarnya pada Berauterkini, Kamis (4/6/2027).
Menurutnya, selama proses pembangunan berlangsung, operasional pengelolaan sampah di TPA yang ada saat ini tetap berjalan seperti biasa.

DLHK juga terus melakukan penanganan sampah sembari menunggu progres pembangunan fasilitas baru tersebut.
Zulkifli menjelaskan, pembangunan TPA Pegat Bukur mendapat dukungan dari PT Berau Coal.
Namun, bantuan yang diberikan bukan dalam bentuk penganggaran langsung kepada pemerintah daerah.
“Kami tidak meminta bantuan penganggaran. Yang kami minta adalah bantuan pembangunan sampai selesai. Yang terpenting, pembangunan TPA tersebut sesuai dengan regulasi yang berlaku,” jelasnya.
Saat ini progres pembangunan masih berada pada tahap awal. Berdasarkan pemantauan terakhir, pekerjaan baru mencakup pembukaan dan pematangan lahan.
“Kalau saya lihat kemarin mungkin baru sekitar 5 persen. Saat ini masih tahap pematangan lahan,” katanya.
Untuk memperkuat kerja sama tersebut, pemerintah daerah dan PT Berau Coal juga tengah mempersiapkan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).
Dokumen tersebut diharapkan dapat segera dituntaskan dalam waktu dekat.
“Mudah-mudahan besok MoU sudah bisa dibuat. Malam ini masih dibahas bersama,” ungkapnya.
Zulkifli menambahkan, berdasarkan estimasi DLHK, kapasitas TPA yang saat ini digunakan diperkirakan hanya mampu bertahan hingga November mendatang.
Karena itu, percepatan pembangunan TPA Pegat Bukur menjadi sangat penting agar tidak terjadi persoalan penumpukan sampah di Kabupaten Berau.
Selain pembangunan TPA baru, DLHK juga berencana melakukan penyesuaian sarana dan prasarana pendukung, termasuk armada pengangkut sampah.
Namun, untuk sementara, armada yang ada masih dinilai mampu mendukung operasional pengelolaan sampah.
Ke depan, pemerintah daerah berharap TPA Pegat Bukur dapat menerapkan sistem pengelolaan yang lebih baik.
Sehingga sampah yang masuk ke lokasi pembuangan akhir sebagian besar hanya berupa residu hasil pengolahan.
“Kita harapkan TPA yang baru nantinya bisa bertahan lama dan pengelolaan sampah di sana lebih baik, sehingga yang masuk ke TPA sebagian besar hanya residu,” pungkasnya. (*)
