BERAU TERKINI — Penumpukan lumpur di badan jalan di Jalan HARM Ayoeb, Gunung Tabur, mendapatkan tanggapan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau.
DPUPR Berau menyebut sudah berulang kali menangani lumpur yang kerap menggenang di sejumlah ruas jalanan wilayah kota, termasuk di Jalan HARM Ayoeb.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Berau, Hendra Pranata, menjelaskan, material lumpur yang berasal dari kawasan gunung di sekitar jalan tersebut konsisten terbawa limpasan air hujan, sehingga membentuk endapan tebal di area bawah atau badan jalan.
“Sering kita tangani itu, datang terus lumpurnya. Lumpurnya turun dari gunung dibawa hujan, dari pengamatan kami begitu,” ujarnya kepada Berauterkini, Jumat (5/6/2026).
Pembersihan material tanah tersebut biasanya tidak dilakukan sendirian oleh DPUPR, melainkan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya, seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau.
Guna memberikan solusi yang lebih permanen, Hendra menyatakan, pada tahun lalu pemerintah daerah merencanakan pembuatan saluran pembuangan baru yang akan dibuat khusus di kawasan Jalan HARM Ayoeb.
Pembuatan saluran tersebut rencananya akan difokuskan untuk dilakukan di satu titik terdampak.
“Tahun ini insya Allah ada kegiatan saluran pembuang yang kita buat di sana,” katanya.
Hendra mengamati, timbulan endapan lumpur ini sebenarnya juga terjadi di beberapa lokasi lainnya, salah satunya di Jalan Pangeran Diponegoro.
Ia menilai, tingginya pembangunan fisik di Berau menjadi pemicu utama mengapa endapan lumpur sering terlihat di lebih dari satu titik.
Banyaknya paket pekerjaan infrastruktur yang melibatkan penggunaan material tanah membuat jalanan di perkotaan seringkali terlihat tidak rapi akibat sisa-sisa tanah yang berserakan ke mana-mana.
“Diponegoro itu begitu juga. Namanya kabupaten yang masih giat-giatnya membangun, banyak pekerjaan tanah ya celemotan,” tandas Hendra. (*)
