BERAU TERKINI – Limbah kelapa yang selama ini kerap dianggap tidak bernilai di Kecamatan Pulau Derawan kini mulai dilirik sebagai sumber ekonomi baru.

Ketua Dekranasda Berau, Edy Suswanto, menilai Pulau Derawan memiliki potensi besar dalam pengembangan kerajinan berbahan dasar limbah kelapa.

Namun, hingga saat ini, pemanfaatannya masih belum dilakukan secara optimal.

Melalui pelatihan kerajinan limbah kelapa dalam Program Perencanaan dan Pembangunan Industri, Dekranasda Berau berupaya mendorong masyarakat pesisir agar mampu mengolah potensi lokal menjadi produk kreatif yang memiliki daya saing.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan industri kreatif berbasis sumber daya lokal sekaligus mendorong terciptanya peluang usaha baru bagi masyarakat.

WhatsApp Image 2026 05 30 at 15.59.53

“Kalau sebelumnya limbah kelapa hanya terbuang, sekarang dapat diolah menjadi aneka kerajinan bernilai jual dan ramah lingkungan,” ucapnya pada Berauterkini.

Menurut Edy, pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan produksi, tetapi juga membangun pola pikir kewirausahaan masyarakat agar mampu melihat peluang usaha dari potensi yang ada di sekitar mereka.

Ia menjelaskan, kerajinan limbah kelapa memiliki prospek yang cukup menjanjikan.

Terlebih, Pulau Derawan merupakan kawasan wisata yang memiliki pasar potensial bagi produk-produk kerajinan khas daerah.

“Banyak limbah kelapa di Derawan yang sebenarnya bisa dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomis dan ramah lingkungan. Potensi ini perlu didorong agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Karena itu, Dekranasda Berau juga mendorong penguatan promosi dan pemasaran agar produk yang dihasilkan masyarakat tidak hanya dipasarkan secara lokal, tetapi mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

“Peluang usaha dari sektor kerajinan limbah kelapa sangat terbuka, baik untuk usaha mandiri maupun melalui kemitraan dengan berbagai pihak. Yang terpenting adalah bagaimana kualitas produk terus ditingkatkan dan pemasaran diperkuat,”tandasnya. (*/Adv)