BERAU TERKINI – Proses penanganan jalan longsor di ruas poros simpang tiga Kampung Maluang, Kecamatan Gunung Tabur, menuju perbatasan Berau-Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, terus dikebut.

Saat ini, separuh badan jalan yang terdampak longsor telah berhasil diperbaiki, sehingga kondisi jalur mulai lebih aman dilalui kendaraan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.6 Kalimantan Timur, Ariesta Andayani Trihandoko, mengatakan, pekerjaan penanganan darurat terus dilakukan untuk memastikan akses transportasi masyarakat tetap berjalan.

“Untuk penanganan separuh jalan longsor itu sudah selesai diperbaiki,” ujarnya, Senin (8/6/2026).

Setelah perbaikan badan jalan selesai dilakukan, tahap berikutnya adalah memperkuat struktur lereng yang mengalami penurunan tanah.

Upaya tersebut dilakukan dengan pemasangan fondasi kayu alam yang kemudian ditimbun tanah.

WhatsApp Image 2026 06 08 at 17.22.03 2 e1780920582449

“Rencana kita perkuat tanah lerengnya menggunakan fondasi cerucuk kayu Galam, lalu kita timbun,” katanya.

Pemilihan kayu Galam bukan tanpa alasan. Material khas Kalimantan tersebut dikenal memiliki daya tahan tinggi terhadap genangan maupun kondisi tanah basah.

Sehingga dinilai efektif untuk mendukung penguatan lereng sementara sebelum penanganan permanen dilakukan.

Dengan perbaikan yang telah berjalan, kondisi jalan yang sebelumnya cukup membahayakan bagi pengendara roda dua maupun roda empat, kini berangsur membaik. 

Meski demikian, pengguna jalan tetap diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintas di lokasi tersebut.

“Meski sekarang lebih aman dilintasi, pengendara juga tetap harus hati-hati,” tambahnya.

Sebelumnya, Satker PJN II Kaltim melakukan penanganan terhadap titik longsor yang terjadi di ruas penghubung Simpang Tiga Maluang menuju perbatasan Berau-Bulungan.

Penanganan longsor saat ini telah mencakup sepanjang 82 meter dari total rencana penanganan sekitar 150 meter. 

Pekerjaan tersebut ditargetkan dapat rampung dalam kurun waktu tiga hingga empat bulan ke depan. (*)