BERAU TERKINI – Berikut ini sejumlah saran dan masukan dari Utusan Presiden Seychelles Nico Barito saat berkunjung ke Berau.
Utusan Presiden Seychelles untuk ASEAN Nico Barito menyambangi Berau, Selasa (22/7/2026) kemarin.
Dalam kunjungan itu, Nico Barito bertemu dengan Bupati Berau Sri Juniarsih dan Wabup Berau Gamalis serta pimpinan OPD Pemkab Berau.
Nico Barito menyampaikan sejumlah saran dan masukan untuk Pemkab Berau khususnya di bidang ekonomi hijau dan pariwisata.
Diketahui Seychelles merupakan negara kepulauan yang mengandalkan pariwisata sebagai penggerak ekonominya.
Menurut Nico Barito ada sejumlah kemiripan antara Seychelles dan Berau, sehingga program yang terbukti sukses di Seychelles dapat diaplikasikan di Berau.
Nico Barito mengusulkan agar Pemkab Berau menggunakan potensi tanaman kemiri sunan (Reutelis trisperma) yang terbukti bermanfaat untuk memulihkan lahan.

Penggunaan tanaman itu disebut bisa digunakan di Berau khususnya untuk lokasi lahan bekas tambang.
Kemiri sunan dinilai sangat cocok untuk restorasi lahan bekas tambang. Tumbuhan non-pangan ini dikenal tahan di tanah kritis, lereng curam, serta memiliki perakaran kuat untuk mencegah erosi.
Selain memperbaiki kualitas tanah, hasilnya dapat diolah menjadi biodiesel tanpa mengganggu komoditas pangan seperti sawit.
Dari sisi ekonomi, satu hektar kemiri sunan yang terdiri dari sekitar 150 pohon berpotensi menghasilkan 20 ton biji per tahun.
Biji tersebut mampu memproduksi hingga 7.750 liter biodiesel dan 1.050 liter gliserol per hektar per tahun, dengan umur produktif tanaman mencapai 4-75 tahun.
Wabup Berau Gamalis, menyebut jika program itu terlaksana maka akan memberikan dua keuntungan sekaligus, yakni pertumbuhan ekonomi daerah dan kelestarian lingkungan.
“Karena itu tentu rehabilitasi terhadap lahan tidak boleh dipandang sebagai kewajiban administrasi semata. Rehabilitasi harus menjadi investasi jangka panjang bagi kelanjutan sebuah daerah yang daerah tersebut telah kita lakukan penambangan,” kata Gamalis.
Gamalis berharap perusahaan tambang di Berau memandang kemiri sunan sebagai peluang komitmen terhadap penerapan good mining practice sekaligus bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan.
“Pemerintah siap membangun sinergi dengan berbagai pihak, baik dunia usaha, akademisi, lembaga penelitian, maupun pemerintah pusat agar inovasi seperti ini dapat diwujudkan secara lebih nyata,” ungkapnya.
“Saya pun mendorong peran aktif perusahaan tambang dalam mendukung program reklamasi dan rehabilitasi yang berlanjut,” ujarnya.

Selain ekonomi hijau, Nico Barito juga menyampaikan pentingnya pengelolaan pariwisata Berau yang berbasis pada ekonomi biru.
Menurut Bupati Berau Sri Juniarsih, Berau khususnya daerah pesisir dan Kepulauan Derawan memiliki kemiripan dengan Seychelles. Yakni mengenai potensi wisata dan Ekonomi Biru.
“Pertemuan ini sangat penting, mengingat banyaknya potensi sumber daya alam yang dimiliki Berau. Salah satunya pariwisata,” jelasnya.
Dirinya pun menyambut baik rencana kerja sama antara kedua pihak hingga bertukar praktik baik atau best practice pengelolaan wisata serta upaya mengurangi emisi karbon.
“Karena Berau memiliki sumber daya yang sama dengan Negara Seychelles yaitu wisata dan ekonomi biru,” ujarnya.
“Semoga hasil pertemuan hari ini memberikan manfaat yang baik untuk lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat Kabupaten Berau,” jelasnya.
