TANJUNG REDEB – Tumpukan sampah berbagai jenis yang semula mengotori lokasi disekitar Jalan Mangga III sudah terangkut, setelah mendapat respon dibarengi gerak cepat dan sigapnya Kelurahan Gayam serta Karang Ambun.

Selasa (6/2/2024) pagi, dibantu warga, aparat TNI, DLHK Kabupaten Berau, para pimpinan Kelurahan Gayam dan Karang Ambun, bebersih untuk membereskan sampah yang menumpuk di eks tempat pembuangan sampah.

Gotong royong itu disebut sebagai bentuk tindakan pemerintah kelurahan dan warga yang kecewa dengan tindakan buang sampah sembarangan oleh oknum yang hingga saat ini tak diketahui identitasnya.

Kepada berauterkini.co.id, Lurah Gayam, Purwawijoyo, menyatakan saat ini dibutuhkan tindakan tegas dan nyata oleh penanggungjawab wilayah daripada harus terus mengutuk keadaan.

Oleh karenanya, pasca mendapatkan laporan warga pada Senin (5/2/2024) lalu, dirinya bersama Lurah Karang Ambun melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lapangan, mengecek kondisi kawasan tersebut.

“Kami kerja bakti ini, karena kami punya kepentingan bersama untuk Kebersihan lingkungan,” ujar Purwa, disela kerja bakti bersama lainnya.

Diharapkan, tindakan nyata seperti hari ini, tidak hanya sebagai gerakan sementara. Ke depan, harus ada tindakan serius dibantu warga dalam memastikan kebersihan lingkungan di Jalan Mangga III dan seluruh kawasan di dua kelurahan.

“Alhamdulillah, warga juga merespon positif kegiatan ini. Kami selalu membutuhkan peran masyarakat,” katanya berharap.

Lega. Para petugas ini setelah gotong royong bersihkan tumpukan sampah

Ke depan, agar tidak terulang kejadian yang sama. Pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi pemerintah terkait kebersihan lingkungan, agar eks TPS tersebut diubah menjadi tempat untuk bersantai warga.

Berupa taman bermain untuk anak. Ditambah dengan bunga-bungaan, laiknya taman bermain umumnya, di lokasi dengan ukuran cukup kecil.

Cara itu, dianggap sebagai salah satu cara untuk menyadarkan warga, bahwa lokasi itu bukan lagi tempat sampah.

“Kami akan bangun taman disini untuk sementara. Itu soslusi jangka pendeknya,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Karang Ambun Muliyana, menyatakan pihaknya juga akan mengusulkan pembuatan portal yang dapat menghalau orang tidak bertanggungjawab, untuk membuang sampah secara sembarangan di lokasi tersebut.

“Portal ini cuma bagian dari opsi yang menandakan orang tidak boleh buang sampah di lokasi ini,” ujarnya.

Pihaknya mengimbau, agar warga sekitar dapat berlangganan angkut sampah dengan biaya rata-rata 35 sampai 40 ribu perbulan, agar tidak ada lagi penumpukan sampah yang dibuang di lokasi tersebut.

“Berlanggananlah. Jangan sampai ada lagi sampah numpuk di tempat ini,” imbaunya. (*)

Reporter : Sulaiman

Editor : s4h