BERAU TERKINI – Jagat olahraga Kota Samarinda, Kalimantan Timur, mendadak digegerkan oleh pembatalan sepihak agenda Samarinda Half Marathon.
Garis start yang sudah dinanti-nantikan para pelari tersebut seharusnya berpusat di Taman Bebaya Tepian Mahakam, Kecamatan Sungai Kunjang, Sabtu (20/6/2026) pagi.
Pembatalan mendadak ini dipicu kabar kaburnya pihak Event Organizer (EO) selaku penanggung jawab acara.
Kekecewaan mendalam pun meruyak, terlebih karena ajang ini tidak hanya memikat pelari lokal Kota Tepian, melainkan juga diburu ratusan peserta dari luar daerah, seperti Kabupaten Berau hingga Kalimantan Utara.
Salah satu pelari asal Berau yang menjadi korban, Nanda Faza, mengonfirmasi kekacauan tersebut.
Ia membeberkan gelagat aneh panitia sudah tercium sejak masa H-2 acara.
Saat memasuki tahapan pengambilan kaos dan nomor dada (race pack), pihak panitia mendadak hilang kontak dan menghapus jejak digital mereka.
Lokasi acara yang mestinya sudah steril dan dipenuhi tenda juga tampak lowong.
“Kemarin pas H-2 pengambilan racepack, banyak yang enggak sesuai, terus ada dari tim BR yang BIB-nya kosongan saja dan cuma ditulis tangan saja,” ungkap Nanda saat dikonfirmasi Berauterkini, Sabtu (20/6/2026).
Nanda yang tiba di Samarinda sejak Jumat kemarin mengaku syok saat meninjau langsung ke area Taman Bebaya siang hari.
Bukannya mendapati kesibukan persiapan teknis, ia justru melihat pos panitia sudah porak-poranda seperti sengaja ditinggalkan.
“Pas saya datang ke Taman Bebaya siang-siang itu tendanya yang ngambil RPC dibongkar, surat kuasa ada yang sampai dibuang,” sambungnya.
Padahal, gaung dan persiapan Samarinda Half Marathon ini sudah bergulir masif sejak Desember tahun lalu.
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah peserta yang terdaftar mencapai kurang lebih 1.900 orang. Tiap pelari dibebani biaya registrasi yang tidak murah.
“Betul, Rp287 ribuan hampir Rp300 ribu,” singkat Nanda.
Hingga berita ini diturunkan, ribuan peserta masih telantar tanpa kejelasan pengembalian dana.
Sementara, aparat penegak hukum dilaporkan mulai turun tangan memburu keberadaan panitia yang membawa kabur total uang pendaftaran senilai ratusan juta rupiah tersebut. (*)
