BERAU TERKINI – Presiden Prabowo memutuskan untuk menaikkan anggaran mitigasi bencana.
Erupsi Gunung Anak Krakatau mulai berdampak kepada aktivitas masyarakat.
Tak hanya penyebaran abu vulkanik, erupsi Gunung Anak Krakatau juga berdampak pada penutupan sejumlah bandara di beberapa provinsi di Indonesia.
Kondisi itu membuat aktivitas penerbangan lumpuh dan mobilitas masyarakat terganggu.
Sebelum erupsi gunung berapi, Indonesia juga dilanda gempa bumi di Flores, NTT serta bencana kabut asap akibat karhutla di Sumatera dan Kalimantan.

Rentetan bencana ini membuat Presiden Prabowo sadar akan pentingnya mitigasi bencana.
“Gempa di Flores, kemudian sekarang aktivitas Gunung Anak Krakatau dan juga kebakaran hutan dan asap yang masih menjadi masalah bagi kita semua,” ujar Presiden Prabowo, Senin (7/9/2026) dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden.
“Ini adalah takdir kita, negara yang berada di lingkaran api, ring of fire, jadi ini membawa kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat,” ujarnya.
Atas dasar itulah, Presiden Prabowo berkomitmen untuk meningkatkan anggaran penanganan dan mitigasi bencana.
“Pelajaran bagi kita, bagi pemerintahan yang saya pimpin, anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan,” ujarnya.
Untuk diketahui, anggaran penanganan bencana yang dialokasikan untuk BNPB mengalami penurunan dari tahun ke tahun.
Bahkan anggaran untuk BNPB pada tahun 2026 menjadi yang terendah dalam lima tahun terakhir yakni hanya sebesar Rp 491 miliar.
Padahal di tahun 2025 besaran anggaran BNPB sebesar Rp 2,01 triliun sedangkan di tahun 2024 anggaran BNPB sebesar Rp 4,92 triliun.

Dirundung Bencana
Sebelumnya diberitakan, Indonesia kini tengah dirundung bencana, baik bencana buatan manusia hingga bencana alam.
Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Sabtu (5/9/2026) kemarin mulai berdampak bagi warga.
Abu vulkanik dari letusan itu kini menyebar ke sejumlah wilayah di sekitar Selat Sunda.
Dampaknya mulai terasa pada Minggu (6/9/2026) ini di mana sejumlah bandara menghentikan operasional.
Bandara Soekarno Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta serta Bandara Husein Sastranegara di Bandung menghentikan operasional karena abu vulkanik.
Selain itu Bandara Radin Inten II di Lampung, hingga Bandara Taufiq Kiemas di Krui Lampung juga ditutup imbas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Tak hanya 5 bandara besar, 3 bandara kecil lainnya juga ditutup imbas abu vulkanik. Puluhan ribu penumpang dari 8 bandara itu pun terdampak. Berbagai penerbangan delay hingga cancel.
Selain erupsi Gunung Anak Krakatau, erupsi gunung berapi juga terjadi di Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Ibu di Maluku Utara serta gunung Ili Lewotolok di NTT.
Berbagai erupsi gunung berapi itu menambah daftar panjang rentetan bencana yang terjadi di Indonesia dalam sebulan terakhir.
Sebelumnya, bencana buatan manusia yakni kabut asap karhutla terjadi di sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan.
Akibatnya kabut asap menyelimuti sebagian besar Pulau Kalimantan. Bahkan kabut asap akibat karhutla menyeberang hingga ke Malaysia, Singapura dan Filipina.
