BERAU TERKINI – Founder Rumah Kesenian Batiwakkal (RKB) Hidayatullah, membangun wadah untuk belajar kesenian dan budaya tradisional secara gratis di Kabupaten Berau.
Wadah yang dibangun belum lama ini, dapat menjadi tempat bagi para pelaku seni dan yang ingin menggali lebih dalam soal budaya dan kesenian tradisional.
RKB tak hanya menjadi tempat untuk mengolah kreativitas semata, wadah itu dijadikannya sebagai tempat untuk produksi kebutuhan publikasi di era digital.
Dua aktivitas yang menurutnya menjadi kunci untuk menguatkan langkahnya dalam menjaga tradisi nenek moyang tersebut.
“Berau itu bukan hanya tentang karya, bukan hanya tentang musik, tapi juga tentang fotografi dan membuat konten,” ujarnya.
Melalui kegiatan RKB, para anggota juga diajak mengunjungi kampung-kampung untuk mempelajari kebudayaan dan tradisi masyarakat. Informasi yang diperoleh kemudian didokumentasikan dan dicatat sebagai bahan untuk belajar.

RKB sendiri tidak berbentuk sanggar. Hidayatullah mengatakan, tempat tersebut menjadi ruang bagi anak muda dari berbagai latar belakang untuk bebas belajar dan bereksplorasi.
“Kami tidak membuat sanggar, jadi kalian masih bisa bebas untuk bereksplorasi di sini,” ujarnya.
Selain itu, RKB juga menyediakan sejumlah alat musik dan kostum yang dapat dipinjam untuk mendukung kegiatan kesenian.
Hidayatullah menegaskan, pihaknya tidak memungut biaya untuk peminjaman tersebut.
Selama peminjaman alat dan fasilitas tersebut diniatkan untuk melestarikan budaya.
Ia berharap generasi muda Berau dapat terus terlibat dalam menjaga keberlangsungan seni dan tradisi daerah.
“Kalau misalnya tidak dimulai dari kalian, saya tidak tahu lagi kesenian atau tradisi yang ada,” tuturnya.
Rumah Kesenian Batiwakkal didirikan atas kepedulian terhadap pelestarian seni budaya daerah serta pentingnya regenerasi pelaku seni di Berau.
Bagi yang ingin bergabung dengan RKB, dapat mengunjungi langsung basecamp mereka di Jalan AKB Sanipan II, Tanjung Redeb atau menghubungi akun instagram @rumahkesenianbatiwakkal.
