TANJUNG REDEB – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai, Kabupaten Berau diminta memberikan pelayanan prima kepada para pasien. Jika para tenaga kesehatan (nakes) tidak mengindahkan tugasnya atau setidaknya tidak bersikap ramah kepada siapapun, bisa mendapat sanksi bahkan sampai pemberhentian alasi pemutusan hubungan kerja (PHK).

Bupati Kabupaten Berau Sri Juniarsih, memberikan peringatan kepada manajemen RSUD dr Abdul Rivai, terkait kualitas pelayanan kepada masyarakat, termasuk perbaikan sarana dan prasarana yang ada saat ini.

Keberadaan itu diketahui saat Bupati berkunjung ke ruang VIP pasien di rumah sakit, terlihat ada beberapa fasilitas yang rusak.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas.

“Saya perhatikan, di ruang VIP saja bagian pintunya ada yang rusak, bagian wc juga,” ungkap Sri Bupati, kepada berauterkini.co.id, Jumat (16/2/2024).

Sebagai pelayan masyarakat harus bekerja secara ikhlas. Berbagai kekurangan yang ada saat ini, baik itu fasilitas maupun kesejahteraan yang diperoleh, hendaknya tidak boleh menjadi alasan untuk tidak memberikan pelayanan yang terbaik.

“Seperti di ruang  ICU (Intensive Care Unit)  terlihat sangat penuh. Melayani seorang pasien itu bukan hanya memberikan obat, tapi sikap ramah dan santun juga merupakan bagian dari pelayanan,” tekannya.

Karena itu, orang nomor satu di “Bumi Batiwakkal: itu meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk bisa bersama-sama memaksimalkan kinerja, terutama dalam hal pelayanan SDM dan lainnya.

Sembari menunggu selesainya pembangunan rumah sakit pengembangan pihak RSUD dr Abdul Rivai bisa melakukan perbaikan sedikit demi sedikit.

“Semua ini dibutuhkan kerja sama yang baik untuk bisa menghasilkan yang terbaik pula,” tandasnya.

Secara terpisah, Direktur RSUD dr Abdul Rivai, Jusram, menyampaikn permohonan maaf atas  kurangnya pelayanan yang diberikan pihaknya.

“Saya mewakili rekan-rekan yang ada di rumah sakit, meminta maaf jika seandainya dalam pelayanan masih banyak kekurangan,” tutur Jusram.

Jusram mengaku, pihaknya selalu berupaya memberikan pelayanan dan fasilitas terbaik. Tahun 2023 untuk peningkatan profesionalitas pihaknya telah melakukan pelatihan.

Harapannya, dengan pelatihan tersebut bisa melatih profesionalitas dari teman-teman nakes.

Terlepas dari itu, pihaknya mengembalikan ke masing-masing nakes, bahwa selain dari ilmu yang dimiliki harusnya bisa diiringi dengan etika, adat, sikap dan ramah tamah.

“Karena itu yang paling utama dalam pelayanan terhadap masyarakat. Kami telah memberikan imbauan ke seluruh ruang nakes. Segala bentuk ketidak ramahan akan diberikan sanksi dari peringatan hingga pemberhentian,” tegasnya.

Kemudian, peningkatan sapras akan dibarengi dengan  pembangunan dan pengembangan rumah sakit.Aapabila pembangunan rampung, pihaknya bisa memenuhi kebutuhan untuk rumah sakit.

“Misalnya, kebutuhan tempat tidur ICU yang tadinya hanya 4, bisa dikembangkan menjadi 20 tempat tidur,” janjinya.

Melihat pembangunan gedung rumah sakit tidak sama dengan pembangunan gedung lainnya.

Diakuinya, saat ini pembangunan di RSUD dr Abdul Rivai hanya menggunakan dana BLUD atau yang berasal dari pengelolaan keuangan daerah.

“Pengembangan ini murni menggunakan dana BLUD. Kami berharap, nanti APBD semuanya dikucurkan untuk pembangunan rumah sakit baru,” inginnya.(*)

Reporter : Dini Diva Aprilia

Editor : s4h