BERAU TERKINI – Federasi Sepakbola Kerajaan Spanyol (RFEF) membuka penyelidikan atas dugaan sabotase pemain oleh Barcelona ke Atletico Madrid.

Dugaan kecurangan itu berupa tuduhan atas komunikasi terselubung antara Barcelona dengan Julian Alvarez, terkait transfer pada musim baru nanti.

Kabarnya Barcelona memberikan tawaran 500 juta euro kepada Julian Alvarez agar mau main di Camp Nou musim ini.

Namun dialog keduanya bocor ke meja manajemen Atletico.

Bintang muda Atletico Madrid, Juan Alvarez dalam laga vs Barcelona beberapa waktu lalu. (atleticomadrid.com)
Bintang muda Atletico Madrid, Juan Alvarez dalam laga vs Barcelona beberapa waktu lalu. (atleticomadrid.com)

Membuat Presiden Atletico Gil Martin naik pitam dan memproses masalah ini ke ranah hukum sepakbola Spanyol.

Peringatan yang sudah diberikan oleh Gil Martin sejak 30 Juni lalu, namun tak dihiraukan oleh Barcelona.

Pelanggaran berat negosiasi pemain ini dianggap melanggar aturan karena tidak melibatkan klub.

Sebab Atletico Madrid telah mendapatkan kontrak bersama Julian Alvarez hingga 2030 mendatang.

Striker Atletiko Madrid, Juan Alvarez. (en.atleticodemadrid.com)
Striker Atletiko Madrid, Juan Alvarez. (en.atleticodemadrid.com)

Dikontrak permanen selama lima tahun sejak musim lalu.

Dalam laporan Marca, Barcelona telah mendapatkan surat pemanggilan oleh RFEF.

Pertanda dimulainya proses klarifikasi kedua belah pihak di bawah komando majelis RFEF.

Masing-masing harus membeberkan proses dugaan yang terjadi dan membuktikannya di meja hijau sepakbola Spanyol.

Meski demikian, Barcelona tak menghapuskan nama Julian Alvarez dari daftar pemain yang ditarget musim nanti.

Bila upaya hukum ini tak membuat Barcelona dinyatakan bersalah, tak menutup kemungkinan Julian Alvarez akan menjadi pemain yang memecahkan rekor transfer fantastis di dunia.

Saat ini, status transfer termahal masih dipegang oleh Neymar senilai 222 juta euro, lalu diikuit Kylian Mbappe dengan 180 juta euro dan Philippe Coutinho 160 juta euro.