BERAU TERKINI – Realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Berau hingga Triwulan I 2026 masih berada di bawah 50 persen.

Berdasarkan data Januari hingga Maret 2026, rata-rata realisasi penyaluran pupuk tercatat sebesar 37,677 persen.

Petugas Fungsional Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Bambang Sujatmiko, menjelaskan, capaian tersebut merupakan akumulasi distribusi dari berbagai jenis pupuk bersubsidi, seperti urea, NPK, dan NPK formula khusus di seluruh kecamatan.

“Kalau kita lihat dari Januari sampai Maret, realisasi memang masih bertahap. Untuk urea sudah mencapai sekitar 35 persen, NPK 42 persen, dan NPK formula sekitar 35 persen,” jelas Bambang.

Ia menyebutkan, penyaluran pupuk bersubsidi masih terus berjalan mengikuti kebutuhan musim tanam petani di masing-masing wilayah.

Beberapa kecamatan menunjukkan serapan yang cukup tinggi, terutama di wilayah sentra pertanian seperti Talisayan, Sambaliung, dan Gunung Tabur.

Namun, terdapat pula kecamatan yang realisasinya masih rendah.

Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya jadwal tanam yang belum merata, kondisi cuaca, serta distribusi pupuk yang menyesuaikan permintaan kelompok tani.

“Penyaluran ini tidak bisa disamaratakan setiap bulan, karena sangat bergantung pada kebutuhan di lapangan. Biasanya akan meningkat saat memasuki puncak musim tanam,” tambahnya.

Pada Maret 2026, realisasi penyaluran tercatat mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya dengan rata-rata hanya sekitar 9,172 persen.

Bambang menilai hal ini sebagai kondisi yang wajar dalam siklus distribusi pupuk.

Selain itu, Bambang memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi di gudang distributor saat ini masih dalam kondisi aman untuk mendukung musim tanam kedua (MT 2).

“Jadi petani tidak perlu khawatir, tinggal menyesuaikan dengan jadwal tanam dan kebutuhan masing-masing,” tegasnya.

Pihaknya juga memastikan pengawasan distribusi pupuk bersubsidi terus dilakukan agar tepat sasaran dan sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kami terus melakukan monitoring dan pengendalian di lapangan, supaya penyaluran pupuk ini benar-benar sampai ke petani yang berhak,” tutupnya.

Ia berharap ke depan penyerapan pupuk bersubsidi dapat meningkat seiring dengan intensitas kegiatan pertanian di Berau.

Sehingga, mampu mendukung produktivitas dan ketahanan pangan daerah. (*)