BERAU TERKINI – Posko Gabungan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kecamatan Sambaliung menjadi tumpuan utama penanggulangan kebakaran di wilayah tersebut selama dua pekan terakhir.
Kendati demikian, operasional posko tunggal ini masih diwarnai keterbatasan armada operasional hingga jumlah personel pemadam.
Komandan Regu Sektor Kecamatan Sambaliung Disdamkarmat Berau, Arbainsyah, membeberkan, posko ini disokong oleh 42 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, BWS, hingga mitra swasta seperti PT Berau Coal.
Kendati keterlibatan lintas sektor tergolong solid, keterbatasan justru dialami internal Disdamkarmat sendiri.

“Untuk personilnya kita masih kurang dan alat untuk unitnya juga masih statusnya breakdown. Jadi untuk stakeholder dengan mitra terkait gabungan dari kepolisian dan juga koramil mereka 24 jam,” ujar Arbainsyah kepada Berauterkini, Sabtu (5/9/2026).
Disdamkarmat Berau sejauh ini hanya mampu menyiagakan satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter, sementara armada pendukung lainnya mengalami kerusakan dan terkendala keterbatasan anggaran perbaikan.
Untuk menyiasati hal tersebut, penanganan sementara dibantu unit induk Disdamkarmat serta dukungan armada dari PMI.
Dari sisi penugasan, personel Disdamkarmat dikirim secara bergantian sebanyak tiga orang per sif selama 12 jam.
Sementara itu, kebutuhan logistik harian seperti makanan dan air minum dijamin oleh dukungan perusahaan di sekitar wilayah Sambaliung.
Tangan dingin tim gabungan juga baru saja diuji saat memadamkan kebakaran hebat di kawasan RT 21 Limunjan.
Kebakaran yang menimpa lahan gambut tebal serta medan terjal tersebut memaksa petugas bertaruh risiko dan berjibaku selama sembilan hari berturut-turut.
“Itu sangat kewalahan untuk penanganannya karena lokasinya lahan gambut yang terbakar. Tapi untuk saat ini sudah bisa kita tangani dan statusnya sudah padam,” pungkas Arbainsyah. (*)
