BERAU TERKINI – Menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026 di Kabupaten Paser pada November mendatang, KONI Berau dihadapkan pada kendala efisiensi anggaran.
Guna mengatasinya, KONI Berau mendorong keterlibatan perusahaan swasta dan masyarakat peduli olahraga untuk membantu membiayai keberangkatan kontingen.
Ketua KONI Berau, Taupan Madjid, menekankan pentingnya pemusatan latihan (training center) dan uji coba (try out) bagi para atlet sebelum berlaga untuk mengukur target medali.
“Mereka harus try-out untuk menguji kemampuan, katakanlah cabang atletik misalnya, itu terukur nanti. Berapa sih jaraknya kita mencapai prestasi emas, itu kan harus terukur,” ujar Taupan.
KONI Berau memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp10 miliar untuk memberangkatkan 800 personel, yang terdiri dari 711 atlet dan sisanya official pendamping.
Kebutuhan mendesak meliputi penyaluran vitamin, biaya transportasi, akomodasi, hingga uang saku.
Di tengah keterbatasan APBD, Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, yang ditunjuk sebagai ketua tim kontingen diharapkan memfasilitasi pertemuan dengan jajaran pimpinan perusahaan di Bumi Batiwakkal.
Skema ini pernah sukses diterapkan pada Porprov Kaltim 2018 di Kutai Timur saat defisit anggaran Rp2 miliar berhasil ditutup oleh pihak swasta.
“Jadi kita berharap nanti pihak-pihak yang peduli maupun perusahaan itu nanti kita akan sifatnya mengundang untuk berkontribusi menutupi kekurangan anggaran pemerintah,” kata Taupan.
“Contohnya biaya transportasi misalnya itu dibantu. Jadi yang kita butuhkan itu transportasi, akomodasi, dan uang saku, tiga itu sebenarnya,” sambungnya.
Selain masalah anggaran, KONI Berau juga melayangkan protes keras terkait pemangkasan jumlah cabang olahraga oleh Panitia Besar (PB) Porprov dari 64 menjadi 50 cabor akibat keterbatasan dana hibah provinsi.
Pemangkasan ini sempat mengancam cabor layar yang merupakan tambang medali Berau.
Namun, disepakati bahwa cabor layar tetap dipertandingkan dengan Berau sebagai tuan rumah pelaksana.
“Jadi untuk layar tuan rumahnya Berau. Kita usung ke PB anggaran kemarin tidak terlalu besar, kita Rp100 juta saja,” tutur Taupan.
Taupan menyarankan agar PB Porprov memangkas nomor pertandingan dibanding menghapus cabor, mengingat Porprov merupakan ajang pemanasan menuju PON.
“Yang kita sarankan itu nomor pertandingan yang dikurangkan, nomor pertandingan itu ada 1.066 itu dikurangi, bukan cabornya,” tutupnya. (*)
