Penulis : admin

Foto: Pelajar SMA menjadi salahsatu yang akan mendapat beasiswa Berau Gemilang 2021

TANJUNG REDEB – Pelajar dan mahasiswa Kabupaten Berau bisa bernapas lebih lega. Khususnya bagi mereka yang telah mengajukan permohonan beasiswa. Rencananya, bulan ini akan diumumkan nama penerima beasiswa, dan akan dicairkan pada November.

Kepala Bagian Bidang Kesejahteraan Masyarakat (Kabag Kesra) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Berau, Safri, menyebut pihaknya saat ini tengah melakukan proses verifikasi berkas. Tahun ini, Pemkab Berau meluncurkan program Beasiswa Berau Gemilang 2021.

Safri menyebut, ada 2.009 pelajar dan mahasiswa Berau yang berjuang untuk masuk dalam daftar 1.650 penerima Beasiswa Berau Gemilang. Program ini sudah dibuka sejak 25 Maret 2021 dan ditutup 15 Juni 2021 lalu.

“Untuk pendaftar tahun ini terdiri dari 825 orang pelajar tingkat SMA/SMK/ sederajat. Dan sebanyak 1.184 orang lainnya untuk tingkat jenjang S1, D2, D3, D4. Sementara kuotanya hanya 1.650 saja,” ungkapnya, Jumat 3Septermber 2021

Sampai dengan saat ini, progres program beasiswa Berau Gemilang masih dalam tahap verifikasi berkas pemohon. Safri menargetkan pada bulan ini akan segera dilakukan pengumuman peserta yang memenuhi syarat menerima beasiswa Berau Gemilang.

“Estimasi kami November nanti paling lambat dana beasiswa sudah cair dan ditransfer ke rekening masing-masing penerima beasiswa,” bebernya.

Untuk besaran beasiswa yang akan diterima para pelajar SMA maupun mahasiswa, pria yang pernah menjabat sebagai Camat Biduk-biduk ini menyebut untuk kategori pelajar aka menerima sebesar Rp 2 juta dan mahasiswa Rp 3 juta.

Dari 1.650 kuota yang ada itu, total anggaran yang disiapkan pemerintah daerah sebesar Rp 4,3 miliar. Dengan rincian, Rp 1,3 miliar untuk  650 orang tingkat SMA, dan Rp 3 miliar sisanya untuk mahasiswa.

“Nominal yang akan diterima tetap sama seperti tahun sebelumnya, tapi untuk jumlah penerima memang turun dari tahun 2020 lalu,” katanya.

Syafri menyebut, meski mengalami penurunan namun jumlahnya tidak terlampau jauh yakni hanya 50 orang dari tahun 2020 lalu yang mencapai 1.700 orang. Ia mengaku, adanya penurunan calon penerima tersebut tak terlepas dari anggaran yang terbatas. apalagi ada refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.

Safri berharap, program beasiswa ini dapat membantu pelajar dan mahasiswa yang kurang mampu. Sehingga dapat terus melanjutkan jenjang pendidikannya. Terutama dalam situasi pandemi yang belum diketahui kapan akan berakhir.

“Untuk penerima nanti kami imbau agar menggunakan dana tersebut untuk keperluan sekolah atau kuliah. Bukan untuk keperluan yang tidak penting,” imbaunya.(*/adv)

Editor: RJ Palupi