BERAU TERKINI – Penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Berau masih tergolong rendah.
Kondisi tersebut mendorong Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Berau untuk terus menggencarkan program jemput bola pelayanan administrasi kependudukan ke sejumlah kelurahan guna mempercepat aktivasi IKD di masyarakat.
Kepala Disdukcapil Berau, David Pamuji, mengatakan, pemerintah menargetkan capaian aktivasi IKD mencapai 7 persen pada 2026.
Saat ini, persentase aktivasi baru berada di angka 5,77 persen.
“Tujuan program ini untuk percepatan target capaian IKD tahun 2026 sebesar 7 persen,” ujarnya.

Menurut David, meski tren aktivasi terus meningkat sejak awal tahun, masih banyak masyarakat yang belum familiar dengan penggunaan identitas digital.
Padahal, IKD merupakan bagian dari transformasi layanan administrasi kependudukan yang tengah dikembangkan pemerintah.
Terakhir, sebanyak 12.251 warga telah mengaktifkan IKD. Jumlah tersebut setara dengan 5,77 persen dari total penduduk wajib KTP di Berau.
“Alhamdulillah jumlahnya terus naik,” katanya.
Ia menjelaskan, seluruh warga yang telah memiliki KTP elektronik menjadi sasaran program aktivasi IKD.
Karena itu, Disdukcapil terus melakukan sosialisasi dan pelayanan langsung ke masyarakat agar penggunaan identitas digital semakin luas.
“Sasaran program ini adalah seluruh warga yang sudah memiliki KTP elektronik, yaitu sebanyak 212.332 jiwa,” jelasnya.
Melalui IKD, masyarakat dapat menyimpan dokumen kependudukan dalam bentuk digital melalui telepon genggam, sehingga lebih praktis saat mengakses berbagai layanan publik.
Namun, tantangan terbesar saat ini masih terletak pada peningkatan literasi digital masyarakat agar manfaat IKD dapat dirasakan secara maksimal. (*)
