Foto: Aktivitas dugaan penambangan batubara ilegal yang dilaksanakan di kawasan Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur.

Samarinda,- Gerakan Keluarga Pelajar Mahasiswa Kabupaten Berau (KPMKB) Cabang Samarinda perihal laporan illegal mining di kabupaten Berau ke Bareskrim Polri, dinilai luput dari pengawasan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Berau. Pasalnya hingga kini tidak ada terlihat respons sama sekali terhadap stakeholder Pemuda Berau.

KPMKB menilai,seharusnya justru suara awal lahir dan digaungkan  oleh pemuda yang berada di Bumi Batiwakkal yang merupakan ujung tombak daerah dalam menjaga lingkungannya.

Persoalan ilegal mining batubara, menciut ke permukaan publik justru bermula setelah adanya laporan LSM dan juga Laporan Camat. Dalam rilis media online, Kepala DLHK Berau, Sujadi mengatakan, 2 laporan yang masuk itu berasal dari LSM Peduli Lingkungan Hidup dan Camat Teluk Bayur.

Sekretaris KPMKB Samarinda, Rijal, hal ini tidak bisa terus dibiarkan.

 “Persoalan ini akan berdampak dengan kelangsungan lingkungan hidup ke depan. Sehingga pemuda Berau juga harus turut menyatakan sikap. Kalau sampai hari ini saja tidak ada pernyataan dari pemuda Berau, maka akan menuai tanda tanya besar dan memungkinkan jumlah titik akan tetap bertambah,” tegasnya.

Menurutnya, selain mendukung dan juga melakukan pengawasan terhadap pemerintah, persoalan di meja publik harus tetap menjadi pantauan. Maka marwah pemuda Berau hari ini menjadi catatan untuk mengambil sikap dan sangat dipertaruhkan.

Sepertinya skandal yang terjadi di Bumi Batiwakkal juga mulai merambah ke titik terang, dengan statement wakil Bupati Berau justru akan menjawab semua persoalan, dan memungkinkan untuk segera bertindak.

Rijal mencontohkan dalam rilis media kaltimkece.id dengan judul “Hutan lenyap di Berau seluas Enam Kali Samarinda” (18/11/2021). Disitu dengan tegas pak Gamalis (Wabup) mengatakan, akan melakukan hal yang sama dengan Balikpapan untuk menindak tambang ilegal dan melaporkan ke jalur pidana.

Untuk diketahui, Pemkot Balikpapan berhasil menghadap aktivitas tambang illegal yang juga kian marak. 

“Ini akan menjadi harapan untuk menilai, tentang catatan fenomena Berau yang menjadi tanggungan pemuda dalam hal sosial kontrol dan tindakan nyata pemangku kebijakan,” tutupnya.(*)