BERAU TERKINI – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, pedagang sapi dan kambing di Tanjung Redeb mengungkapkan adanya penurunan penjualan tahun ini.
Salah satu pedagang hewan kurban di Jalan Pangeran Diponegoro, Rahim, mengatakan, peminat tahun ini lebih sepi dibanding tahun sebelumnya.
Rahim yang mengaku hanya membantu menjualkan hewan kurban tersebut, mengaku, sapi dan kambing yang dijual dikirim dari Sulawesi Barat dan terjamin kesehatannya.
“Beda dengan tahun lalu. Lebih sepi tahun ini dibanding tahun lalu,” ujarnya kepada Berauterkini, Jumat (22/5/2026).
Rahim menyebut, harga jual hewan kurban tahun ini juga lebih tinggi dibanding tahun lalu. Satu ekor kambing yang dijualnya dihargai Rp3,5-7 juta, sedangkan sapi di kisaran Rp18-30 juta.

Walaupun dikirim dari jauh menggunakan jalur laut, ia mengaku hewan kurban tersebut sudah melewati masa karantina dan dalam kondisi sehat.
Untuk menghindari mabuk, hewan kurban itu sudah divaksin terlebih dahulu.
“Sudah dijamin karena ini kan sudah dikarantina di kampung,” katanya.
Dia menambahkan, jika hewan kurban itu belum terjual hingga selesai Iduladha nanti, maka akan kembali diternak dan tidak dikembalikan ke asalnya.
Ia mengatakan mengirim total lebih dari seratus kambing dan 52 sapi untuk diperjualbelikan di Berau.
Adapun jenis yang paling banyak diminati adalah kambing jawarandu dan sapi bali.
Ia menambahkan, pemerintah juga sudah turun tangan untuk memeriksa dan menjamin kesehatan hewan.
“Kalau barang dari Sulawesi itu harus diperiksa lagi sampai sini. Kita kan vaksin memang di kampung. Kita obat memang di sana sebelum berangkat,” jelasnya. (*)
