BERAU TERKINI – Kegiatan belajar-mengajar bagi para siswa sekolah filial SDN 001 Birang di wilayah perbatasan Kelurahan Gunung Tabur, Berau, terpaksa dipindahkan ke tenda darurat.
Langkah ini diambil setelah tempat menumpang sebelumnya di rumah warga tak bisa lagi digunakan.
Ketua RT 17 Kelurahan Gunung Tabur, Fadli, menjelaskan, penggunaan tenda darurat ini merupakan hasil kesepakatan masyarakat demi memastikan proses pendidikan anak-anak tetap berjalan.
“Masyarakat menginginkan di sini karena tidak ada lagi bangunan yang bisa kami pakai di dalam perumahan itu,” ujar Fadli.
Sebelumnya, kegiatan belajar-mengajar sekolah filial dari SD 001 Birang ini telah menumpang di rumah warga selama tiga tahun, terhitung sejak Juli 2023.

Namun, karena rumah tersebut akan digunakan kembali oleh pemiliknya, warga berinisiatif mendirikan tenda sebagai lokasi belajar sementara.
“Tenda ini baru dibangun karena ketidakadaan lagi tempat atau bangunan yang harus kami pakai,” tambahnya.
Fadli mengungkapkan, persoalan mendasar yang menghambat pembangunan fasilitas sekolah permanen di wilayahnya adalah status lahan.
Kawasan permukiman dan pinggir jalan di wilayah RT 17 hampir seluruhnya masuk dalam areal konsesi PT Tanjung Redeb Hutani (TRH).
Kondisi tersebut membuat Dinas Pendidikan Berau maupun pihak terkait kesulitan membangun gedung sekolah resmi karena tidak adanya hibah lahan murni.
“Dari kedinasan itu sulit untuk membangun karena tidak ada hibah murni. Kami diberikan izin untuk bangunan di sini hanya izin pinjam pakai dan sifatnya non-permanen,” terang Fadli.
Masyarakat berharap adanya perhatian khusus dari pemerintah daerah untuk mengupayakan pelepasan kawasan (enclave) dari areal konsesi perusahaan, khususnya bagi fasilitas publik warga perbatasan.
Terkait kelangsungan dan tindak lanjut fasilitas pendidikan ini, Fadli merencanakan koordinasi intensif bersama unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), baik Kelurahan maupun Kecamatan Gunung Tabur.
“Insya Allah kami akan koordinasi dengan pihak Muspika untuk mencari solusi terbaik dan menentukan langkah selanjutnya terkait pembangunan sekolah ini,” katanya.
Meskipun harus belajar di bawah tenda, fasilitas penunjang seperti meja dan kursi belajar telah dialihkan dari sekolah induk SD 001 Birang sejak awal pembentukan kelas filial tersebut pada pertengahan 2023. (*)
