BERAU TERKINI – Ketua DPW NasDem Kaltim, Celni Pita Sari, menegaskan bila tandatangan hak angket di DPRD Kaltim beberapa waktu belum menjadi sikap resmi partai.

Sebab, NasDem dan PAN yang berada dalam satu fraksi di DPRD Kaltim belum ada pertemuan resmi secara politik dalam membahas hak angket tersebut.

Meskipun sejatinya Fraksi PAN-NasDem telah menyampaikan sikap untuk mendukung tuntutan massa agar menggelar hak penyelidikan untuk kebijakan anggaran Pemprov Kaltim.

Menurut Celni-sapaan dia, pertemuan nanti tersebut sangat penting mengingat diperlukan keseragaman persepsi dalam memandang urgensi dari hak angket tersebut.

“Kita masih mau coba komunikasi dulu sama PAN-nya,” kata Celni, dalam laporan Tribun Kaltim.

Pertemuan Ketua DPW NasDem Kaltim Celni Pita Sari, dengan politisi di DPRD Kaltim di acara Symphoni PAN beberapa waktu lalu. (instagram/@celni_pita_sari)
Pertemuan Ketua DPW NasDem Kaltim Celni Pita Sari, dengan politisi di DPRD Kaltim di acara Symphoni PAN beberapa waktu lalu. (instagram/@celni_pita_sari)

Celni menjelaskan, hingga kini komunikasi intensif belum terlaksana karena sejumlah anggota legislatif Nasdem tengah menjalani agenda kunjungan kerja ke luar daerah.

“Belum ada komunikasi dengan PAN karena anggota ini kan ada yang kunker. Jadi, secepatnya kalau sudah ada komunikasi, kita kabari,” jelasnya.

Ia menegaskan, keputusan strategis tidak bisa diambil secara tergesa-gesa mengingat PAN dan Nasdem berada dalam satu fraksi gabungan di DPRD Kaltim.

Nasdem, kata dia, tidak ingin menentukan sikap sebelum tercapai kesepakatan bersama di tingkat fraksi.

Lebih lanjut, Celni memaparkan kondisi internal Nasdem di DPRD Kaltim yang saat ini hanya diperkuat dua anggota aktif.

Hal itu menyusul proses pergantian antarwaktu (PAW) yang masih berlangsung.

Secara komposisi, jumlah kursi PAN di dalam fraksi gabungan memang lebih dominan dibandingkan Nasdem.

Karena itu, koordinasi dengan pimpinan fraksi dinilai sangat penting.

“Jumlah PAN memang lebih banyak daripada Nasdem. Apalagi Nasdem yang PAW lagi proses, jadi kita tinggal dua orang,” ungkapnya.

Untuk mempercepat komunikasi politik, Nasdem telah meminta salah satu kader seniornya, Arfan, segera kembali ke Samarinda guna melakukan komunikasi dengan pihak PAN.

“Kita cuma minta Pak Arfan untuk balik cepat karena sedang di Kutim. Jadi nanti biar melakukan komunikasi cepat dengan PAN. Setelah ada komunikasi, nanti baru bisa ambil keputusan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Fraksi PAN–Nasdem di DPRD Kaltim beranggotakan tujuh legislator.

Struktur fraksi terdiri atas penasihat Darlis Pattalongi (PAN), Ketua Fraksi Sigit Wibowo (PAN), Wakil Ketua Arfan (Nasdem), serta Sekretaris Baharuddin Demmu (PAN).

Sementara anggota fraksi lainnya ialah Kamaruddin Ibrahim (Nasdem/proses PAW), Abdul Giaz (Nasdem), dan Husin Djufri (PAN).

Dalam perjalanan wacana hak angket, Fraksi PAN–Nasdem sebelumnya telah menyatakan dukungan melalui tanda tangan Ketua Fraksi, Sigit Wibowo, saat aksi 214 jilid pertama.

Dukungan itu kemudian disusul tanda tangan Wakil Ketua Fraksi Arfan dan Sekretaris Fraksi Baharuddin Demmu dalam Rapat Konsultasi pada Senin (4/5/2026) lalu.