BERAU TERKINI – Juara bertahan Argentina sukses melangkah ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Swiss dengan skor 3-1 melalui babak perpanjangan waktu. Namun, kemenangan ini menyisakan alarm bahaya besar.

Albiceleste memang menang, tetapi performa mereka jauh dari kata meyakinkan.

Sorotan tajam kini tertuju pada lini tengah Argentina.

Sektor yang dulunya menjadi motor serangan dan pelindung pertahanan kini justru menjadi titik lemah yang paling mengkhawatirkan.

Anak asuh Lionel Scaloni kehilangan dominasi penguasaan bola.

Skuad Argentina Piala Dunia
Skuad Argentina di Piala Dunia 2026. (x/@Argentina)

Mereka kerap kelimpangan saat menghadapi transisi cepat lawan.

Akibatnya, aliran bola macet dan pertahanan mereka gampang dieksploitasi lewat serangan balik.

Deretan Gelandang yang Dianggap Melempem

Penurunan intensitas permainan ini dipicu oleh performa sejumlah nama besar di sektor gelandang yang dinilai masih di bawah standar, berdasarkan analisa Sporting News.

  • Rodrigo De Paul: Kehilangan mobilitas tinggi yang biasa ia tunjukkan. Sering terlambat memutus serangan lawan.
  • Leandro Paredes: Lambat dalam mendistribusikan bola, membuat ritme permainan Argentina mudah dibaca oleh musuh.
  • Enzo Fernandez: Kurang kreatif dalam mengalirkan bola ke lini depan dan kerap menyisakan ruang kosong di area pertahanan.

Meskipun Alexis Mac Allister sempat mencetak gol pembuka, secara kolektif stabilitas lini tengah mereka tetap rapuh.

Lini Serang dan Belakang Kerja Ekstra Keras

Keroposnya sektor tengah memaksa lini depan dan belakang bekerja dua kali lebih keras.

Skuad Argentina di Piala Dunia 2026. (x/@Argentina)
Skuad Argentina di Piala Dunia 2026. (x/@Argentina)

Di lini pertahanan, Cristian Romero dan Lisandro Martinez harus jatuh bangun menahan gempuran langsung akibat minimnya proteksi dari gelandang bertahan.

Sementara di lini serang, mega bintang Lionel Messi dan Julian Alvarez terpaksa sering turun jauh ke belakang hanya untuk menjemput bola.

Jika masalah krusial di lini tengah Argentina ini tidak segera dibenahi oleh Scaloni, misi mereka untuk mempertahankan gelar juara di Piala Dunia 2026 bisa kandas di babak semifinal saat menghadapi lawan yang lebih agresif.