BERAU TERKINI – Komite independen Liga Inggris menyatakan Manchester City bersalah dan melanggar regulasi Financial Fair Play.
Hasil investigasi Komite Independen Liga Inggris akhirnya diungkap ke publik.
Dalam pernyataan resminya, piihak Komite Independen menyebut Manchester City bersalah atas semua tuduhan melanggar aturan Financial Fair Play (FFP) selama 9 musim.
Komite Independen membeberkan sejumlah cara licik Manchester City dalam mengelabui laporan keuangan hingga membuat laporan palsu.
Salah satunya dengan membuat laporan keuangan palsu seolah-olah menunjukan keuangan klub stabil dan memiliki pemasukan jumlah besar.
Padahal kondisi yang terjadi justru sebaliknya di mana pengeluaran klub jauh lebih besar dari pendapatan dan menyalahi aturan FFP soal defisit keuangan.
Selain itu, Manchester City juga membuat laporan palsu kepada auditor.

“Pihak klub meningkatkan jumlah pemasukan dan pendapatan seolah-olah kondisi keuangan klub masih sesuai dengan regulasi,” tulis keterangan resmi Liga Inggris.
“Pihak klub berulang kali melanggar ketentuan regulasi Liga Inggris dan UEFA soal belanja klub,” lanjutnya.
Tak sampai di sana, pihak Komite Independen juga mendapati Manchester City membuat laporan palsu soal investor klub.
Di mana dalam laporan keuangan tertulis investasi dari Abu Dhabi United Group Investment Development Ltd (ADUG) yang juga pemilik klub.
Dalam laporan palsu itu pihak Manchester City berhasil menutupi investasi sebesar 900 juta Poundsterling yang jelas-jelas melanggar aturan FFP.
Meski sudah menyatakan bersalah, namun Manchester City belum mendapatkan sanksi dari Liga Inggris.
Pihak klub pun diberi kesempatan untuk menyatakan banding hingga 2 Oktober 2026 mendatang.
