BERAU TERKINI – Dinas Perikanan Kabupaten Berau terus mendorong lahirnya pembudidaya baru melalui program pelatihan dan sekolah lapang bagi masyarakat pesisir.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan nelayan terhadap hasil tangkapan laut sekaligus memperkuat sektor budidaya perikanan di daerah.

Kepala Bidang Budidaya Diskan Berau, Budiono, mengatakan, hingga saat ini, sebagian besar nelayan di wilayah pesisir masih mengandalkan aktivitas penangkapan ikan dibanding budidaya.

Padahal, potensi pengembangan budidaya laut di Berau dinilai cukup besar.

WhatsApp Image 2026 05 27 at 14.48.48 2

Menurutnya, kendala utama yang dihadapi masyarakat adalah tingginya biaya produksi dan kebutuhan teknologi dalam pengelolaan budidaya laut.

Karena itu, Diskan Berau memilih memperkuat pendampingan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia terlebih dahulu.

“Salah satu upaya yang kami lakukan melalui bimbingan teknis dan sekolah lapang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait budidaya perikanan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program pendampingan dilakukan untuk berbagai sektor budidaya, mulai dari air tawar, laut, hingga payau.

Untuk budidaya air tawar, pelatihan rutin dilakukan langsung di lapangan dengan menghadirkan tenaga ahli sesuai bidangnya.

Sementara pada sektor budidaya laut dan payau, Diskan Berau menggandeng sejumlah balai besar yang memiliki pengalaman dan fasilitas lebih lengkap dalam pengembangan budidaya.

“Pembudidaya yang dinilai potensial nantinya akan mendapat pelatihan dan pendampingan khusus agar mampu mengembangkan usahanya secara mandiri,” katanya.

Tak hanya itu, Diskan Berau juga menjalin kolaborasi dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dalam pelaksanaan sekolah lapang bagi masyarakat pesisir.

Program tersebut difokuskan pada peningkatan keterampilan teknis pembudidaya, mulai pengelolaan usaha, teknik budidaya, hingga pemanfaatan potensi perairan secara berkelanjutan.

Budiono berharap, melalui pelatihan yang berkelanjutan, masyarakat pesisir mulai tertarik mengembangkan usaha budidaya, sehingga tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan laut.

“Harapannya budidaya di Berau bisa terus berkembang dan menjadi alternatif usaha yang menjanjikan bagi masyarakat pesisir,” tutupnya. (*)