TANJUNG REDEB – Kunjungan kerja (Kunker) ke wilayah Kabupaten Berau, Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Akmal Malik, meninjau Stasiun Pengisian Bahan bakar Nelayan (SPBN) dan pemecah ombak di kawasan Biduk-Biduk, Kamis (22/4/2024).

Tiba di Bandar Udara Kalimarau, rombongan disambut Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, bersama jajaran Asisten dan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Di “Bumi Batiwakkal”, Pj Gubernur melakukan serangkaian kegiatan di Kecamatan Biduk-Biduk, di pesisir selatan Kabupaten Berau.

Didampingi Asisten I Setkab Berau, Hendratno, Pj Gubernur meninjau SPBN di Kampung Biduk Biduk.

Ditempat yang sama juga diserahkan program bantuan jogging trek untuk Pulau Wisata Kaniungan dan juga bantuan mesin kapal bagi kelompok nelayan Kampung Biduk-Biduk.

Berdialog dengan nelayan, Pj Gubernur mengakui, kalau kesulitan nelayan diantaranya adalah bahan bakar minyak.

Untuk itu, keberadaan SPBN tentu akan sangat membantu para nelayan di daerah Biduk-Biduk. Dengan SPBN harga standar sebesar Rp 6.800 bisa didapatkan nelayan.

“Alhamdulillah, dengan adanya SPBN ini nelayan bisa mendapatkan harga standar. Ini sangat membantu nelayan,” katanya.

Kebutuhan pangan, termasuk hasil laut, menurutnya, menjadi kebutuhan utama masyarakat, termasuk adanya Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, kebutuhan akan pangan tentu juga akan semakin meningkat. Ini peluang bagi para nelayan di daerah.

Sehingga dukungan kepada para nelayan juga harus terus ditingkatkan, baik sarana prasarana maupun kebutuhan bahan bakar untuk melaut.

Masih di Kampung Biduk-Biduk, Ditjen Otonomi Daerah Kemendagri ini, beserta penjabat terkait meninjau pembangunan pemecah ombak yang telah dibangun tahun 2023 lalu serta rencana lanjutan pembangunan yang kembali akan dilaksanakan tahun ini.

Disela peninjauan, Pj Gubernur bertemu dengan kepala kampung dan masyarakat di sekitar kegiatan lokasi pembangunan pengaman pantai.

Akmal Malik menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim terus memberikan perhatian dan mendukung upaya pencegahan abrasi pantai disepanjang Biduk-Biduk yang beresiko abrasi. (*)

Penulis : Humas/Protokol Setkab Berau, Radian

Editor : s4h