BERAU TERKINI – FIFA akhirnya mengetok palu. Investigasi terhadap asisten VAR asal Australia, Shaun Evans, resmi dihentikan.
Badan sepak bola dunia tersebut menegaskan tidak menemukan bukti adanya tindakan rasis dalam laga Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026.
Sebelumnya, jagat maya sempat geger. Kamera siaran langsung menangkap momen Evans membentuk simbol tangan “OK” sebelum kick-off.
Simbol ini memicu kontroversi besar karena kerap dikaitkan dengan kelompok supremasi kulit putih.
Namun, Dewan Disiplin Independen FIFA bergerak cepat. Setelah melakukan investigasi internal yang mendalam, mereka memastikan Shaun Evans bersih dari dakwaan pelanggaran Kode Disiplin.
Refleks Tanpa Sengaja
Shaun Evans tidak tinggal diam. Wasit yang juga pernah mencicipi atmosfer kompetisi Liga Indonesia ini memberikan klarifikasi tegas.
Ia membantah keras tuduhan tersebut.
“Saya tidak dengan sengaja membuat gestur atau simbol tangan untuk menyampaikan pesan atau ideologi apa pun,” ujar Evans.
Evans menjelaskan bahwa gerakan tersebut murni merupakan refleks tanpa sadar.
Rekaman lain di ruang VAR Dallas bahkan menunjukkan dirinya sering melakukan gerakan serupa secara spontan saat sedang memegang pena.
Meski memahami sensitivitas simbol “OK” yang sempat masuk daftar simbol kebencian ADL sejak insiden penembakan Christchurch 2019, Evans bersyukur FIFA melihat konteks aslinya secara objektif. Kini, ia siap melanjutkan tugasnya di sisa turnamen Piala Dunia 2026.
