BERAU TERKINI – Hutan bagi masyarakat Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan, bukan sekadar hamparan pepohonan.

Hutan merupakan ruang penyimpanan pengetahuan obat-obatan alami yang diwariskan secara turun-temurun. 

Melalui rangkaian Festival Rindu Dumaring (FRD) 2026, kekayaan tradisi ini diperkenalkan kepada generasi muda dalam program Belajar dari Sang Maestro – Membuat Ramuan Herbal Tradisional.

Edukasi diawali pada 22 Agustus 2026 di Hutan Adat Patiraja. Didampingi maestro ramuan herbal Lukas Duansah, para peserta diajak masuk ke hutan untuk mengenali nama lokal, habitat, ciri-ciri fisik, hingga bagian tanaman yang dapat dimanfaatkan secara bijak tanpa merusak lingkungan.

Tangkapan Layar 2026 09 03 pukul 21.35.39

Pembelajaran berlanjut dalam sesi workshop di SDN Dumaring pada 28–29 Agustus 2026 yang diikuti 13 peserta. 

Di bawah bimbingan maestro dan fasilitator, peserta mempraktikkan langsung tahapan pengolahan, urutan proses, hingga takaran ramuan tradisional secara cermat.

Sebagai puncak kegiatan, sebanyak 12 peserta menjajal pemahamannya dalam lomba pengolahan ramuan herbal pada 30 Agustus 2026. 

Penilaian berfokus pada ketepatan identifikasi bahan sebesar 35 persen, ketepatan proses dan takaran 30 persen, hasil ramuan 25 persen, serta kebersihan 10 persen. 

Lomba ini sengaja tidak mengukur klaim medis, melainkan menekankan pada kepatuhan peserta dalam menyerap teknik tradisional yang diajarkan sang maestro.

Melalui program ini, FRD menegaskan bahwa menjaga kelestarian pengetahuan herbal tradisional berbanding lurus dengan menjaga kelestarian hutan itu sendiri. 

Kepedulian generasi muda untuk mengenali dan mempraktikkan tradisi ini menjadi kunci utama agar warisan pengetahuan obat alami Dumaring tidak punah tergerus zaman. (*/Adv)