BERAU TERKINI – PT Supra Bara Energi (SBE) secara resmi menyalurkan dana sebesar Rp1,5 miliar melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) bagi tiga wilayah yang berada di lingkar tambang di Kecamatan Teluk Bayur dan Sambaliung.

Dana tersebut dibagi rata sebesar Rp500 juta masing-masing untuk Kampung Pegat Bukur, Kampung Rantau Panjang, dan Kelurahan Teluk Bayur.

Direktur Legal PT SBE, Tri Agus Heru Prasetyo, menjelaskan, pemberian dana yang dikenal sebagai program CSR ini merupakan wujud nyata keseriusan perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan serta pemberdayaan masyarakat di sekitar area operasional.

“Ini sebagai bentuk keseriusan perusahaan untuk pemberdayaan masyarakat di sekitar tambang,” ujar Agus dalam pertemuan di Site Office PT SBE, Jumat (13/2/2026).

Terdapat berbagai program prioritas yang akan dibiayai oleh dana tersebut sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

Di Kampung Pegat Bukur, anggaran akan difokuskan pada kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan, budaya, serta pembangunan infrastruktur kampung.

Sementara itu, di Kampung Rantau Panjang, dana akan dialokasikan untuk melanjutkan pembangunan Masjid Ar-Rahman yang saat ini sangat membutuhkan dukungan anggaran.

Untuk Kelurahan Teluk Bayur, rencana kegiatan akan difokuskan pada penguatan sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan dan anak, serta dukungan penuh bagi kegiatan kepemudaan.

Agus berharap bantuan ini dapat berfungsi sepenuhnya untuk menunjang kualitas hidup masyarakat. 

“Semoga dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Semoga aset yang dibangun dapat dijaga dengan baik, kolaborasi kita sudah sangat luar biasa,” pesan Agus.

Camat Teluk Bayur, Edi Baskoro, memberikan apresiasi mendalam atas kepedulian perusahaan.

Ia menyebut momentum ini sebagai ‘Jumat Berkah’ karena perusahaan telah menjawab keinginan masyarakat akan peran aktif sektor swasta.

“Alhamdulillah, kami bersyukur mendapatkan bantuan ini,” kata Edi.

Ia mengakui, di tengah kondisi defisit anggaran dan kebijakan keuangan pusat yang berdampak pada dana kampung, peran PT SBE menjadi sangat krusial bagi pembangunan lokal.

Sementara itu, Camat Sambaliung, Ahmad Juhri, menyarankan agar sebagian anggaran tersebut dapat dikelola secara produktif melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) atau Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). 

Salah satu inovasi yang diusulkan adalah pengembangan peternakan ayam petelur modern yang juga bisa berfungsi sebagai wisata edukasi.

“Ini bisa kita manfaatkan untuk itu agar kampung bisa menggunakan dana itu dalam jangka panjang. Kandang dibuat modern, ini bisa dikembangkan ke depan,” jelas Juhri.

Agenda ini ditutup secara khidmat dengan penyerahan simbolis cek keuangan kepada masing-masing perwakilan kampung.

Dana tersebut kini siap dicairkan untuk segera diimplementasikan dalam berbagai program pembangunan yang telah direncanakan. (*)