BERAU TERKINI – Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho telah mencapai satu targetnya di skuad Los Blancos pada musim barunya saat ini jelang El Clasico vs Barcelona.

Limpahan pemain bintang di dalam komposisi skuad, tentu menjadi pekerjaan rumah bagi pelatih manapun di dunia sepakbola.

Sebab label bintang kepada pemain, tentu akan meningkatkan ego secara individu bagi para penyandangnya.

Situasi ini yang dialami oleh Xabi Alonso dan Alvaro Arbeloa saat berbagi masa jabatan pada musim lalu.

Keduanya tak mampu mengontrol ego setiap pemain. Walhasil, faksi-faksi tercipta dalam skuad Real Madrid.

Pengkubuan ini tentu tidak sehat dalam membangun solidaritas di dalam tim. Sebab akan sangat rawan terjadi gesekan atau konflik yang berujung pada mandegnya prestasi klub.

Di seperempat perjalanan Mourinho, ia nampak berhasil membendung masalah ini.

Sesi latihan skuad Real Madrid. (realmadrid.com)
Sesi latihan skuad Real Madrid. (realmadrid.com)

Kini tak ada pemain superior yang menolak perintah dan arahannya sebelum bertanding.

Bahkan sekelas kapten tim, Federico Valverde harus menuruti perkataan Mourinho untuk bermain di bek sayap.

Padahal sebelumnya sang kapten bermain di lini tengah bersama Edurardo Camavinga dan Aurelien Tchouameni.

Posisi pemain yang tergantikan pun tetap sabar dan menerima keputusan itu, sehingga membuat Trent Alexander Arnold dan Denzel Dumfries tetap anteng di bangku cadangan.

Pun demikian dengan Vinicius Junior yang sangat keras melabeli dirinya sebagai pemain bintang dan layak mendapatkan kontrak baru bersama Real Madrid.

Penandatanganan kontrak baru pada Juni 2026 lalu itu, berbuah kesepakatan untuk dirinya harus menahan ego untuk semua keputusan Mourinho.

Kini Vini kerap ditarik keluar lapangan sebelum laga usai. Ia bersaing dengan Yan Diomande yang tengah menemukan performanya beberapa laga belakangan ini.

Demikian pula dengan kembalinya keakaraban antara Fede dan Tchouameni. Sempat bersitegang pada akhir musim lalu, kini kerap tampil bersama untuk membela Real Madrid.

Situasi yang mayoritas dianggap sebagai keidealan kepemimpinan Mourinho di ruang ganti Los Blancos.