BERAU TERKINI – Polres Berau kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penimbunan bahan bakar minyak (BBM), baik solar subsidi, Pertalite, maupun Pertamax, demi meraup keuntungan pribadi.
Kasat Reskrim Polres Berau, AKP Muhammad Fajri, menegaskan, praktik penimbunan BBM menjadi perhatian kepolisian karena berpotensi merugikan masyarakat, terutama di tengah kondisi kelangkaan dan antrean panjang di sejumlah SPBU.
Menurutnya, kepolisian secara berkala melakukan inspeksi mendadak (sidak) maupun pemeriksaan secara acak untuk mengantisipasi adanya praktik penimbunan dan penyalahgunaan BBM.
Dari hasil kegiatan tersebut, sepanjang tahun ini, Satreskrim Polres Berau telah mengungkap empat kasus penimbunan BBM dengan total lima tersangka.
“Dari itu sudah kita limpahkan ke kejaksaan. Mereka pengepul. Modusnya mengumpulkan BBM, kemudian menyalahgunakan dan meniagakannya,” ujarnya, Senin (31/8/2026).
Berdasarkan data Polres Berau, kasus pertama terjadi pada Februari dengan tersangka ARD (20).
Polisi mengamankan sekitar 30 jeriken berisi solar subsidi di wilayah Sambaliung.
Kemudian pada April, polisi kembali mengungkap dua kasus. Tersangka DA (20) diamankan dengan barang bukti 480 liter solar subsidi di kawasan Jalan Gatot Subroto.
Sementara, tersangka MN (20) diamankan di wilayah Gunung Panjang dengan barang bukti 480 liter solar subsidi.
Kasus berikutnya juga terjadi pada April. Polisi mengamankan dua tersangka berinisial RN (22) dan VP (37) bersama sebuah tangki yang berisi sekitar 8.000 liter Pertalite subsidi.
Secara keseluruhan, dari empat perkara tersebut, polisi mengamankan sekitar 1.500 liter solar subsidi dan 8.000 liter Pertalite subsidi.
Fajri menambahkan, persoalan kelangkaan BBM di Berau juga telah menjadi perhatian bersama.
Polres Berau sebelumnya telah melakukan rapat koordinasi dengan Pertamina, pengelola SPBU, serta Pemerintah Kabupaten Berau.
Tujuannya, untuk mencari solusi agar penyaluran BBM subsidi dapat berjalan sesuai peruntukannya.
“Kita di sana mencoba mencari solusi paling tepat supaya BBM subsidi itu bisa tersalurkan tepat pada sasarannya,” katanya.
Ke depan, pihaknya juga berencana kembali menggelar rapat koordinasi untuk menindaklanjuti persoalan kelangkaan BBM yang masih terjadi di lapangan.
“Kita akan lakukan rapat koordinasi kembali untuk menindaklanjuti isu kelangkaan BBM ini,” pungkasnya. (*)
