BERAU TERKINI – Pemkab Berau menyediakan peat injector untuk memadamkan api karhutla.
Kejadian karhutla di Berau belum selesai. Ratusan titik panas masih terdeteksi di sejumlah wilayah di Berau.
Pemkab Berau menggunakan berbagai upaya guna memadamkan api karhutla yang berdampak pada munculnya kabut asap itu.
Kini BPBD Berau turut menggunakan alat bernama peat injector. Alat ini diklaim lebih ampuh memadamkan api khsusunya di lahan gambut.
Cara kerja peat injector adalah dengan memasukkan bagian alat ke dalam tanah, nantinya alat ini bakal menyemprotkan air di dalam tanah.
Cara kerja peat injector lebih ampuh untuk kondisi lahan gambut jika dibandingkan dengan alat pemadaman konvensional di mana air tidak bisa masuk ke dalam rongga tanah.
Menurut Kepala BPBD Berau, Masyhadi Muhdi, peat injector sudah digunakan dalam tiga hari terakhir. Lokasi penggunaan peat injector dilakukan di Kampung Sukan Tengah.
“Kita sudah coba di Sukan selama tiga hari. Ya harapan kita apa yang kita lakukan ini berhasil,” ungkapnya kepada Berauterkini.
“Alat itu memang untuk membasahi area di daerah gambut,” katanya.
Dia menyebut, saat ini sudah ada 5 peat injector. Di mana 3 diantaranya milik BPBD dan 2 milik KPHP.
Meski demikian, kendala tetap muncul saat proses pemadaman api karhutla. Kendati dilengkapi peat injector, namun mencari sumber air menjadi kendala terbesar dalam proses pemadaman api karhutla.
“Kita kesulitan mencari sumber air karena kita membasahi terus di bawah permukaan, sehingga perlu ketersediaan air yang kontinu untuk berkelanjutan,” jelasnya.

Usul Buat Embung hingga Sumur Bor
Sementara itu, Wabup Berau Gamalis menyebut upaya pemadaman api karhutla memang terletak pada sumber air.
Dia menyebut beberapa sumber air kini sudah habis usai digunakan untuk memadamkan api karhutla.
Beberapa usulan muncul untuk membuat sumber air baru seperti pembuatan embung kecil maupun sumur bor.
Wabup Berau, Gamalis, sebut usulan tersebut sangat bermanfaat, karena sifatnya preventif dan bisa untuk jangka panjang.
Namun usulan itu tidak bisa langsung direalisasikan karena menimbang yang terjadi sekarang, maka fokus saat ini pada pemadaman terlebih dahulu.
“Ke depannya bagus, cuman hari ini kan kita sedang berjibaku untuk memadamkan api yang saat ini sedang terjadi,” tuturnya.
Begitu juga dengan usulan mencari titik untuk pompa air dari tanah atau sumur bor untuk mencari sumber-sumber air yang bisa dipergunakan, dua usulan tersebut bersifat preventif.
Namun akan dipertimbangkan jika kondisi sudah kondusif dan karhutla mulai mereda.
