Penulis : admin

Foto: Stok gula pasir di ritel modern mulai menghilang

TANJUNG REDEB, – Dugaan Spekulasi pasar mulai terlihat. Di beberapa gerai Ritel Modern, gula pasir mulai sulit ditemukan. Ada kekhawatiran masyarakat gula bakal menyusul trend minyak goreng. Saat dikonfirmasi, Ritel mengaku kehabisan stok gula. Bahkan diperkirakan sudah sejak 3 pekan terakhir menghilang dari pajangan.

Gula kemasan menurut warga mulai sulit ditemukan. Seperti di gerai Alfamidi jalan Pulau Panjang. Menurut Lestari,Manager harian  menyebutkan stok gula pasir untuk beberapa merk kemasan tidak ada.

Menurutnya banyak warga datang mencari gula pasir kemasan yang biasa mereka jual.Ditanya alasan kekosongan stok, Ia mengaku tidak menjelaskan alasannya karena tidak mengetahui pasti alasannya. “Harapan kami sih segera ada masuk stok lagi,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi wartawan, Kepala Perum Bulog Tanjung Redeb, Apriansyah mengakui stok gula mereka menipis. Stok di bawah 10 ton sesuai data Perum Bulog, membuat pihaknya sementara menghentikan sementara pembelian secara umum.

“Kami berhentikan pembelian dulu, stoknya kami simpan untuk pelaksanaan pasar murah bersama Diskoperindag Berau,” bebernya. 

Adapun pihaknya memberikan laporan kepada Diskoperindag Berau, dengan catatan stok di gudang Bulog hanya mampu bertahan hingga pertengahan bulan ramadan. Padahal, sebelumnya mereka sudah memiliki rencana pemasukan di pertengahan April, namun sampai saat ini belum ada konfirmasi kembali.

“Tapi untuk persediaan pasar murah bersama Pemkab Berau, stoknya kami pastikan ada. Untuk pengiriman pengisian stok hingga saat ini belum juga ada kepastian,” jelasnya.

Apriansyah juga menjelaskan, kejadian adanya harga gula yang melambung tinggi pernah terjadi di awal pandemi di tahun 2020. Kelangkaan dan harga tinggi tersebut mengharuskan mereka untuk membeli dengan pembatasan kembali.

Menanggapi kondisi ini, Kepala Diskoperindag Berau Salim, tidak banyak berkomentar mengenai permasalahan gula. Dan mengakui telah menerima laporan stok dari perum Bulog.

“Kalau untuk pasar murah nanti akan berlangsung, sekaligus menjual daging importnya Bulog yang dari india,” tutupnya. (*)

Editor: Rj Palupi